Padahal Berbahaya, Ini Alasan Warga Nekat Melintas di Jembatan Mahkota II

Jembatan Mahkota II merupakan akses vital masyarakat, satu satunya jalur terdekat jika masyarakat dari dari Palaran ke Samarinda Ilir. Demikian sebaliknya.

Sapri Maulana
Kamis, 29 April 2021 | 16:02 WIB
Padahal Berbahaya, Ini Alasan Warga Nekat Melintas di Jembatan Mahkota II
Road barrier yang berukuran 500 kilogram digunakan menutup akses Jembatan Mahkota II dari sisi Sungai Kapih. [SuaraKaltim.id/Jifran]

SuaraKaltim.id - Jembatan Mahkota II telah ditutup sejak Senin (26/04/2021) untuk semua jenis kendaraan hingga selesai masa pemeriksaan kondisi jembatan.

Tapi para pengendara tetap nekat melintas diatasnya. Road baried berukuran sedang yang dibentangkan dari dua sisi jembatan digeser oleh warga.

Lantas apa penyebab sehingga warga tetap nekat melintas meskipun tau kondisi jembatan dalam pemeriksaan.

SuaraKaltim.id coba menyambangi warga yang hendak membuka blokade road barrier. Alasannya beragam. Salah satu pengendara mengatakan karena kejauhan jika melewati jalur lain. Apalagi tujuan pria yang enggan disebutkan namanya ini tak jauh dari jembatan sisi sungai Kapih.

Baca Juga:Sudah Bayar Rp 5,1 Juta, Pelanggan Laporkan Dirut PDAM Samarinda ke Polisi

"Tujuan saya hanya didepan situ, jauh sekali kalau saya harus mutar lagi ke Samarinda kota,"ungkapnya.

Jembatan ini merupakan akses vital masyarakat, satu satunya jalur terdekat jika masyarakat dari dari Palaran ke Samarinda Ilir. Demikian sebaliknya.

Saat jembatan ini ditutup maka masyarakat harus memutar hingga tiga kali lipat melalui jembatan Mahakam kembar.

"Tahu sih ditutup, coba-coba aja siapatau bisa lewat. Kan tidak banyak juga, kita kan cuman kendaraan motor aja," paparnya.

Berbeda lagi dengan Danu (23) pria yang kesehariannya bekerja pada sebuah perusahaan yang terletak di Sungai Kapih mengaku tidak tau kabar penutupan jembatan.

Baca Juga:Tidak Ada Zona Merah di Samarinda, Ini Syarat Menggelar Salat Idulfitri

Dia bercerita, keseharian saat berangkat kerja, diriya menggunakan ojek. Tiba waktu jembatan ditutup, ia harus berjalan kaki lintasi jembatan dan naik ojek hingga dua kali.

"Saya tidak tau, kalau naik ojek lewat sana (jalur alternatif) kan jauh, mahal lagi. Jadi saya dua kali naik ojek," kata pria yang tinggal daerah Mangkupalas ini.

Kondisi Jembatan Berbahaya

Keputusan penutupan Jembatan Mahkota II dilakukan karena abrasi yang terjadi tepat di bawah jembatan. Akibatnya infrastruktur pylon jembatan alami pergeseran. 7mm ke arah kanan sisi Palaran dan terjadi penurunan sekitar 33mm.

"Rawan sekali kalau sudah ada pergeseran, amanya Jembatan kalau sudah bergeser, berhitung Mili aja, itu sudah sangat rawan sekali kecelakaan,"jelas Ketua Forum Jasa Konstruksi Kaltim Samsul Tribuana melalui telepon seluler.

Dia apresiasi langkah cepat Pemkot Samarinda yang langsung mengambil tindakan penutupan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini