Jadi Jambret, Oknum Polisi Pakai Uang Hasil Kejahatan Buat Mabuk-mabukan Pesta Miras

Seorang oknum anggota Dit Polairud Baharkam Polri diciduk anggota polisi dari unit Buser Satreskrim Polres Kupang Kota, Polda NTT usai melakukan aksi penjambretan.

Chandra Iswinarno
Rabu, 09 Juni 2021 | 16:20 WIB
Jadi Jambret, Oknum Polisi Pakai Uang Hasil Kejahatan Buat Mabuk-mabukan Pesta Miras
Tersangka oknum polisi berinisial HSR ditangkap tim buser Satreskrim Polres Kupang Kota usai melakukan aksi penjambretan. [Dok. polisi]

Sementara itu, Direktur Polair Polda NTT Kombes Pol Andreas Heri Susidarto mengemukakan Bharatu HSR alias Heru (29) tersandung banyak masalah.

“Saat ini yang bersangkutan sedang menunggu surat keputusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari dinas kepolisian,” ujarnya seperti dilansir Digtara.com-jaringan Suara.com pada Rabu (9/6/2021).

PTDH sedang dalam proses dan menunggu Skep Kapolri. Heru diketahui tidak masuk kantor sejak tahun 2019 sehingga dikenakan hukuman desersi. Kekinian, dia sudah disidangkan. Pun Kakor Polair Baharkam Polri sudah mengajukan rekomendasi pemecatan ke Mabes Polri untuk proses PTDH.

“Memang masih tercatat sebagai anggota Polri namun sedang menunggu Skep PTDH,” tambahnya.

Baca Juga:Penjambret Kalung Emak-emak Senilai Belasan Juta Akhirnya Diringkus

Sebelum terjerat kasus penjambretan, tersangka sempat tersandung kasus narkotika dan kemudian mendapat rehabilitasi. Selain itu juga, terkait dalam kasus desersi hingga kini.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Hasri Manasye Jaha mengatakan, Heru resmi ditahan sejak Rabu (9/6/2021) setelah diperiksa polisi. Dia dijerat pasal 362 dan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 7 tahun penjara.

“Kita kenakan pasal 362 dan pasal 363 karena perbuatannya dilakukan pada malam hari dan siang hari. Dia sudah banyak melakukan perbuatannya,” ujarnya saat dikonfirmasi Digtara pada Rabu (9/6/2021).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini