Wah Ternyata Kebiasaan "Maltitasking" Ada Efek Buruknya, Ini Kata Psikolog

Psikolog menyebut ibu rumah tangga sering melakukan aktivitas multitasking

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 10 Juli 2021 | 12:25 WIB
Wah Ternyata Kebiasaan "Maltitasking" Ada Efek Buruknya, Ini Kata Psikolog
Multitasking mempunyai efek buruk. [Dok Suara.com]

SuaraKaltim.id - Mengerjakan beberapa aktivitas atau pekerjaan sekaligus dalam waktu bersamaan atau disebut multitasking punya keuntungan yaitu tugas cepat selesai. 

Para ibu rumah tangga tanpa asisten rumah tangga misalnya. Mereka bisa melakukan berbagai pekerjaan rumah atau multitasking, semisal memasak sembari mencuci baju, menyapu atau bekerja sembari mengurus anak dan lainnya.

Memang, pekerjaan jadi terasa lebih cepat selesai dalam waktu singkat tetapi di sisi lain, multitasking juga berdampak buruk bagi seseorang.

Psikolog klinis dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Pritta Tyas Mangestuti mengatakan mereka, terutama para ibu yang punya kebiasaan multitasking bisa sangat menghabiskan energi sehingga menyebabkan kelelahan.

Baca Juga:Benarkah Pandemi Bikin Orang Lebih Gampang Stres? Ini Kata Psikolog

"Multitasking ini sangat menghabiskan energi, membuat kita kelelahan bahkan bisa menurunkan IQ kalau terlalu sering multitasking," kata dia dalam sebuah acara kesehatan tentang anak via daring, dikutip Sabtu.

Di masa pandemi COVID-19 yang mengharuskan sebagian besar orang bekerja dari rumah (WFH) saat ini, para ibu yang bekerja khususnya, perlu mengelola energi mereka. Ini memang menjadi tantangan tersendiri.

Di satu sisi, ibu (yang sudah memiliki anak) perlu menemani anak mereka, tetapi di sisi lainnya dia harus bekerja.

Walaupun repot, menurut Pritta, para ibu perlu berusaha tidak multitasking.

Dia menyarankan ibu mengatur waktunya, misalnya setiap pukul 07.00-07.30 untuk bermain bersama anak, lalu setelahnya melakukan pekerjaan rumah tangga atau kantor dan pekerjaan lainnya.

Baca Juga:Meningkatkan Produktivitas, Apakah Perlu Multitasking Saat Bekerja?

Dampak buruk multitasking sudah diperlihatkan berbagai studi. Studi pada tahun 2008 yang dilakukan peneliti dari University of Utah, Amerika Serikat menemukan seseorang mungkin perlu waktu lebih lama untuk menyelesaikan dua tugas sekaligus ketimbang mengerjakannya secara terpisah.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini