Mangrove Delta Mahakam yang Berkurang 3 Ribu Hektare Per Tahun

Pentingnya Mangrove di Delta Mahakam, berjalan seimbang dengan metode Silvofishery.

Denada S Putri
Rabu, 28 Juli 2021 | 10:53 WIB
Mangrove Delta Mahakam yang Berkurang 3 Ribu Hektare Per Tahun
Salah Satu Solusi Deforestasi, Tambak Berkelanjutan, Silvofishery. [Istimewa]

SuaraKaltim.id - Delta Mahakam merupakan delta terbesar di Indonesia, kisaran luas 150 ribu hektare. Sebelumnya, kawasan tersebut didominasi ekosistem mangrove yang tercipta secara alami. Sayang, kini lebih setengah kawasannya telah mengalami deforestasi cukup serius.

Deforestasi di Delta Mahakam mengemuka dari hasil analisis perubahan tutupan lahan di Kaltim, selama peride 10 tahun. Tepatnya dari 2006-2016.

Secara lebih luas, penyebab terbesar deforestasi di Kaltim adalah perkebunan kelapa sawit, yang mencapai 576.188 hektare. Atau jika di persentasekan mencapai 51 persen. Diikuti hutan tanaman, 156 ribu hektare atau 14 persen.

Yang mencolok dari hal ini ialah, aktivitas tambak dengan 1 persen kontribusi deforestasi di Kaltim, seluas 11.046 hektare, dari beberapa penelitian didapati mengokupansi 54—70 persen luas Delta Mahakam. Mencakupi tutupan area sekitar 60 ribu-63 ribu hektare hutan mangrove menjadi tambak.

Baca Juga:Emak-emak Kompleks Rumpi, Berujung Terperosok ke Hutan Mangrove

Laporan Badan Perencana dan Pembangunan Daerah Kutai Kartanegara (BPPD Kukar) di 2003 menunjukkan, 107,221 hektare daratan Delta Mahakam telah diokupansi 10.645 tambak tradisional. Dengan luas 57.912 hektare atau 54 persen dari luas daratan. Rata-rata tambak memiliki luas 5,4 hektare.

Dua tahun kemudian, DKP Kukar mendata luas tambak di kawasan tersebut, dimana ada peningkatan, menjadi 75.311 hektare atau sekitar 70 persen luas daratan delta.

Sejumlah studi menggunakan penginderaan jauh, memperlihatkan deforestasi mangrove Delta Mahakam selama 2000-2015 mencapai 489,73 hektare per tahun.

Situasi itupun menjadi persoalan serius. Karena mengurangi fungsi mangrove yang sangat krusial bagi lingkungan. Untuk sekelilingnya, sistem perakaran mangrove yang kuat mampu menahan empasan gelombang dan mencegah abrasi pantai serta intrusi air laut. Juga sebagai peredam gelombang dan badai, penahan lumpur dan perangkap sedimen. Seluruh fungsi itu lah yang membuat ekosistem mangrove kerap disebut zona penyangga, alias buffer zone.

Sistem perakaran mangrove juga berfungsi sebagai sediment trap, yang berguna sebagai penahan dan mengendapkan sedimen. Terutama terhadap zona intertidal. Kondisi sedimen di sekitarnya pun menjadi lebih stabil.

Baca Juga:Viral Wanita Dadah-dadah Berujung Terperosok ke Hutan Mangrove, 'Malunya sampai Ubun-ubun'

Deforestasi kawasan mangrove Delta Mahakam. [kaltimantaranews.com]
Deforestasi kawasan mangrove Delta Mahakam. [kaltimantaranews.com]

1. Pentingnya Mangrove di Delta Mahakam

Namun demikian, di antara jasa lingkungan ekosistem hutan mangrove, yang menjadi isu penting adalah fungsinya menyerap dan menyimpan karbon biru. Konversi hutan mangrove di Delta Mahakam selama 1980-2001, menyebabkan hilangnya hutan mangrove sekitar 3.183 hektare per tahun. Atau setara terlepasnya 0,46 teragrams of CO2 equivalent per tahun.

Terus terdegradasinya hutan mangrove, meningkatkan emisi karbon ke atmosfer bumi. Menyebabkan gas rumah kaca di atmosfer bumi semakin padat. Perubahan iklim pun tak terhindarkan. Dan akan mengalami perubahan.

Peneliti Madya Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa, Tien Wahyuni, menyebut keterbukaan hutan mangrove di Delta Mahakam sudah terlampau tinggi. Dan untuk menyelesaikannya, tak bisa hanya bergantung satu pihak saja.

“Enggak bisa diselesaikan satu lembaga saja. Atau masyarakat saja, atau pemerintah saja,” terangnya.

Menurut Tien lagi, konsep kolaborasi menjadi sangat penting dalam menyikapi persoalan tersebut. Apalagi dengan keberadaan Delta Mahakam sebagai salah satu area, yang diperhitungkan untuk penurunan emisi di Kaltim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini