alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kecemburuan Sosial, DPR Jangan Bebankan Uang Negara Demi Isoman

Denada S Putri Rabu, 28 Juli 2021 | 15:45 WIB

Kecemburuan Sosial, DPR Jangan Bebankan Uang Negara Demi Isoman
Foto Gedung DPR RI

Anggaran yang diperuntukkan sewa hotel berbintang lebih baik dialihkan untuk keperluan yang lebih penting

SuaraKaltim.id - Anggota Komisi IX DPR Fraksi PPP, Anas Thahir menilai pemberian fasilitas khusus untuk isolasi mandiri (Isoman) di hotel berbintang oleh Setjen DPR kepada anggota Dewan, dapat menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat.

Sebab, katanya, sebagai warga negara, seharusnya anggota DPR pun harus merasakan fasilitas serupa, dengan rakyatnya. Bukan justru diberi kekhususan. Atau hak spesial.

"Saya nilai kontra produktif dan bisa menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat. Karena pada dasarnya semua warga harus memiliki akses yang sama pada fasilitas kesehatan," kata Anas kepada wartawan, Rabu (28/07/2021).

Menurut Anas, anggota DPR yang positif Covid-19 masih bisa menggunakan fasilitas Rumah Jabatan Anggota (RJA). Ia berujar, RJA cukup representatif untuk tempat isoman, karena tidak kontak langsung dengan masyarakat. Di sisi lain RJA memiliki halaman yang cukup luas untuk aktivitas di ruangan tanpa berinteraksi langsung dengan orang lain.

Baca Juga: Tegas! Tolak Fasilitas Hotel Isoman untuk Anggota DPR, Yoyok Sukawi: Mampu Bayar Sendiri

Dengan begitu, alokasi anggaran untuk keperluan isoman, dengan fasilitas hotel berbintang, dapat dialihkan untuk hal lain. Semisal, untuk kebutuhan masyarakat terdampak pandemi.

"Anggaran yang diperuntukkan sewa hotel berbintang lebih baik dialihkan untuk keperluan yang lebih penting, yang menyentuh langsung terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak Covid. Kondisi anggaran negara sedang tidak baik, tidak perlu DPR membebani anggaran negara hanya untuk fasilitas isoman," katanya.

Fasilitas Isoman Bikin DPR Tak Merakyat

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mengkritik pemberian fasilitas isoman di hotel berbintang bagi anggota DPR. Menurut Peneliti Formappi, pemberian fasilitas itu, menunjukan wajah DPR yang tidak merakyat. Pasalnya anggota DPR terkesan diberikan pelayanan khusus. Padahal, di sisi lain pemerintah sudah menyediakan tempat-tempat isoman, atau karantina, bagi masyarakat yang terpapar Covid-19.

"Ini kan sangat tidak mencerminkan roh lembaga Parlemen yang seharusnya menampilkan wajah merakyat. Merakyat tak hanya untuk urusan basa-basi kampanye politik, tetapi menjadi sama dengan rakyat ketika menghadapi kesulitan," kata Lucius dihubungi, Selasa kemarin.

Baca Juga: Fasilitas Hotel untuk Isoman Anggota DPR Dikritik, Netizen Geram

Seharusnya anggota DPR yang terpapar Covid-19 dan membutuhkan tempat isolasi mandiri dapat menggunakan pelayanan yang sudah ada. Hal utu tentu saja untuk merasakan penderitaan yang sama seperti yang sudah dirasakan rakyat lebih dulu.

Baca Juga

Berita Terkait