Diperkosa Ayah Kandung yang Berprofesi ASN, Ibu Melawan, Polres Luwu Timur Membungkam

Polisi menyelidiki pengaduan tersebut. Tapi, prosesnya diduga kuat penuh manipulasi dan konflik kepentingan.

Denada S Putri
Kamis, 07 Oktober 2021 | 17:55 WIB
Diperkosa Ayah Kandung yang Berprofesi ASN, Ibu Melawan, Polres Luwu Timur Membungkam
Ilustrasi korban pemerkosaan [BBC News]

SuaraKaltim.id - Cerita seorang ibu tunggal asal Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) viral di media sosial. Lydia, yang bukan nama aslinya, itu memperjuangkan keadilan untuk ketiga anaknya yang diduga diperkosa oleh ayah kandungnya.

Terduga pelaku sendiri seorang aparatur sipil negara (ASN) di Sulsel. Memiliki posisi dan kekuasaan yang juga mempengaruhi kasus ini hingga Lydia dan ketiga anaknya tak mendapatkan keadilan yang seharusnya mereka dapatkan.

Lydia melaporkan pemerkosaan yang dialami ketiga anaknya, semuanya masih di bawah 10 tahun. Terduga pelaku adalah mantan suaminya.

Laporan itu tertanda Oktober 2019 lalu. Di bulan itu juga, Lydia mendapati salah satu anaknya mengeluhkan area kewanitaanya yang sakit.

Baca Juga:Jejak Kasus Reynhard Sinaga, Predator Seks yang Menggemparkan Mancanegara

Polisi menyelidiki pengaduan tersebut. Tapi, prosesnya diduga kuat penuh manipulasi dan konflik kepentingan. Hanya dua bulan sejak Lydia membuat pengaduan. Namun, polisi justru menghentikan penyelidikan.

Bukan saja tidak mendapatkan keadilan, Lydia bahkan dituding punya motif dendam melaporkan mantan suaminya.
Ia juga diserang sebagai orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Serangan ini diduga dipakai untuk mendelegitimasi laporannya dan segala bukti yang ia kumpulkan sendirian demi mendukung upayanya mencari keadilan.

Diceritakan, meski sudah bercerai mantan suaminya masih terlibat pengasuhan bersama. Mantan suaminya bebas menjemput ketiga anaknya saat pulang sekolah serta memberi jajan atau mainan.

Situasi itu berjalan terlihat normal sampai Lydia menyadari kenyataan yang disembunyikan: Ketika membantu anaknya mandi, ia menemukan beberapa bekas luka lebam di paha anaknya.

Si anak beralasan, lebam-lebam itu karena jatuh saat bermain kejar-kejaran.

Baca Juga:Klarifikasi Humas Polres Lutim Cap Laporan Pemerkosaan 3 Anak Hoaks, Warganet Makin Geram

Lydia menyarankan agar mereka berhati-hati. Meski demikian, bukan saja luka lebam, perilaku anak-anaknya berubah drastis, lebih suka diam, sering memukul. Malas makan. Sering pusing dan muntah.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini