facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Terinspirasi 'Salam dari Binjai', Warga di Samarinda Mengeluh Pohon Pisang Rusak Dipukuli

Denada S Putri Rabu, 03 November 2021 | 15:48 WIB

Terinspirasi 'Salam dari Binjai', Warga di Samarinda Mengeluh Pohon Pisang Rusak Dipukuli
Siti Rahma saat ditemui dan menunjukkan beberapa pohon pisang miliknya yang rusak. [Suara.com/Apriskian Tauda Parulian]

Pohon pisang itu katanya dipukuli oleh anak tak dikenal.

SuaraKaltim.id - Viralnya sebuah video dari seorang laki-laki yang sering menyebut kalimat 'Salam dari Binjai' dengan memukul pohon pisang hingga rubuh, ternyata membuat keresahan bagi masyarakat di beberapa wilayah.

Keresehan tersebut pun datang dari Jalan Padat Karya, RT 2, Kelurahan Sungai Keledang, Samarinda Seberang. Pasalnya, sejumlah pohon pisang di kebun milik warga di wilayah tersebut hancur karena pohon-pohon pisang di sana dipukul oleh anak-anak yang tak dikenal. 

Warga yang mengeluh itu bernama Siti Rahma. Dia mengaku peristiwa itu terjadi sejak Jumat, (29/10/2021), dan terakhir pada Senin (1/11/2021) malam kemarin.

"Anak-anak itu, ditinjuinya pisang. Ada 10 orang rasanya. Tadi malam ada lagi dua orang, sambil mengendarai motor," ujarnya dikonfirmasi. Rabu (3/11/2021).

Baca Juga: Puluhan Pohon Pisang Siap Panen Rusak, Gegara Viral 'Salam dari Binjai'

Dia menjelaskan, dari apa yang dia lihat, anak-anak itu berjumlah 10 orang. Dirinya memperkirakan mereka semua berada di kelas 6 SD, yang nekat meninju pohon pisang miliknya pada, Jumat 29 Oktober 2021. Sementara pada Senin malam, sekitar dua orang sudah bisa dikatakan dewasa.

Dari kejadian tersebut, dia mengatakan sebanyak 13 pohon pisang miliknya rusak. Dia juga tak begitu mengerti alasan orang-orang tersebut meninju pohon miliknya. 

"Mungkin mereka itu ikut-ikut yang bilang Salam dari Binjai itu. Saya lihat sendiri anak-anak tinju-tinju pisang. Kalau tidak saya tegur (teriakin), tidak berhenti mereka," katanya. 

Dia mengaku telah mencari anak-anak yang diduga sebagai pelaku peruskaan pohon pisang miliknya tersebut di sekitaran lingkungannya. Namun, hingga kini tak bisa menemukan anak-anak tersebut.

Dari situ dia menegaskan, tak akan jadi masalah jika seseorang ingin memanfaatkan daun-daun pohon pisang untuk kebutuhan masakan atau lainnya. 

Baca Juga: Masa Depan Sekretariat DPD Golkar Kaltim Masih Menggantung

"Kan banyak manfaatnya? Kalau rusak begini kan sayang," sambungnya. 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait