facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kelangkaan Minyak Goreng, Pemkab Kukar Rangkul Perusahaan CPO, Ampuh?

Denada S Putri Sabtu, 19 Maret 2022 | 08:00 WIB

Kelangkaan Minyak Goreng, Pemkab Kukar Rangkul Perusahaan CPO, Ampuh?
Bupati Kukar Edi Damansyah saat menyerahkan minyak goreng curah. [Presisi.co]

"Awal pendistribusian minyak goreng ini berasal dari PT Tritunggal Sentra Bhuana..."

SuaraKaltim.id - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah dikabarkan turun langsung memantau distribusi minyak goreng curah di Kantor Camat Tenggarong pada Kamis, (17/3/2022) lalu. Orang nomor satu di Kukar itu menyebut, fenomena kelangkaan minyak goreng yang belakangan terjadi memang sempat memicu kepanikan warganya di Kukar. 

Maka dari itu, Pemkab Kukar secara bertahap akan menyalurkan minyak goreng di tiap kecamatan. Mereka bakal melibatkan peran perusahan Crude Palm Oil (CPO) yang beroperasi di Kukar.

"Awal pendistribusian minyak goreng ini berasal dari PT Tritunggal Sentra Bhuana, sebanyak 16.000 liter," sebutnya, melansir dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Sabtu (19/3/2022). 

Selain itu, 16 perusahaan CPO yang berada di Kukar nantinya akan turut berpartisipasi mendistribukan minyak goreng untuk seluruh kecamatan yang ada di Kukar. Ia juga berkomitmen menajalankan kebijakan pemerintah terkait dengan Domestic Market Obligation (DMO) agar mengurangi kelangkaan minyak goreng.

Baca Juga: Megawati Soekarnoputri Disemprot Netizen soal Kelangkaan Minyak Goreng: Tugas Pemerintah Cari Solusi bukan Nyindir!

Pantauan lapangan, tiap satu KK mendapat jatah 1 liter minyak goreng curah dari Pemkab Kukar atau setiap RT mendapat 30 liter. Terbatasnya distribusi tersebut, mengingat tingginya antusias warga.

Sebelumnya ia melakukan langkah strategis dengan memimpin pertemuan kepada pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan perusahaan sawit secara langsung. Tujuannya untuk menyampaikan keluhan masyarakat Kukar terkait kelangkaan minyak goreng. Selain warga, penjual gorengan pun ikut-ikut terdampak. 

"Karena mereka menutup warungnya disebabkan kelangkaan minyak goreng," ungkap Misri Kades Kelurahan Bukit Biru mengakhiri.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait