SuaraKaltim.id - Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dari awal dicanangkan sampai kini memang masih menarik untuk diperhatikan. Berbagai investor diharapkan terlibat dalam proses pembangunan IKN Nusantara.
Walaupun SoftBank sebelumnya dikabarkan mundur, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan tetap berusaha untuk merayu para pemimpin negara lain agar bisa menanamkan modalnya di IKN.
Tak hanya itu, harapan dari masyarakat Kaltim sendiri untuk bisa terlibat dan masuk struktur organisasi Badan Otorita IKN Nusantara juga mendapatkan angin segar. Isran Noor memberikan sedikit bocoran soal hal tersebut, berikut rangkuman kabar pembangunan IKN Nusantara:
1. Pak Presiden, Pemasangan Plang Batas Wilayah IKN Bikin Warga Desa Bumi Harapan Khawatir: Belum Ada Negosiasi
![Plt Bupati PPU Hamdam Pongrewa tinjau plang batas kawasan inti pemerintahan IKN. [ANTARA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/03/22/47212-plt-bupati-ppu-hamdam-pongrewa-tinjau-plang-batas-kawasan-inti-pemerintahan-ikn-antara.jpg)
Pemasangan plang atau papan pemberitahuan bertuliskan batas kawasan inti pemerintahan di permukiman padat penduduk di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang menjadi lokasi inti IKN Nusantara membuat masyarakat di daerah itu khawatir.
Hal itu disampaikan warga Desa Bumi Harapan, Hasanudin. Ia mengatakan, belum ada negosiasi langsung terhadap mereka pawa warga lokal.
2. Terang-terangan, Jokowi Ajak Pengusaha Swasta Ambil Andil Dalam Pembangunan IKN, Bye-bye SoftBank

Pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara (PPU) masih berkutat pada investor untuk pendanaan mega proyek tersebut. Kabar terbaru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak kalangan pengusaha swasta untuk ikut andil.
Baca Juga:Kepala Otorita IKN Nusantara Sambangi Gedung KPK, Bambang Susantono: Mau Konsultasi
Andil yang dimaksud oleh orang nomor satu di Bumi Pertiwi itu tentu soal pembangunan IKN Nusantara. Menurutnya, IKN bakal jadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan wilayah di bagian timur Indonesia.