SuaraKaltim.id - Menjadi seorang imam salat tarawih penting untuk memahami kondisi makmumnya. Seperti halnya yang dijelaskan oleh Tokoh Intelektual Muslim Muhammad Ainun Nadjib, bahwa seorang imam salat tarawih perlu memiliki sikap yang arif.
Melalui unggahan video TikTok @m_zaenuri pada Minggu (3/4/2022), Emha Ainun Nadjib atau lebih akrab disapa Cak Nun menerangkan, pentingnya imam salat tarawih mengetahui keadaan setiap makmumnya.
Cak Nun juga sempat memberikan contoh saat imam salat tarawih membaca Surat Al Baqarah pada rakaat pertama. Makmum yang mengira hanya dibacakan satu ayat saja, ternyata berlanjut dibacakan sampai akhir.
Ekspresi keberatan dan tidak sabar seorang makmum melihat imam membaca surat Al Baqarah pada rakaat shalat tarawih, dijadikan bahan pembelajaran oleh Cak Nun.
Baca Juga:V BTS Viral di Kalangan Penduduk Lokal Selama GRAMMY 2022, Kok Bisa?
Melihat fenomena itu, Cak Nun menyimpulkan, imam salat tarawih harus mengerti situasi jamaahnya. Karena setiap makmum memiliki tingkat pengetahuan agama yang berbeda.
"Makanya perlu kearifan, perlu ilmu sosial, perlu tasamuh, perlu toleransi, perlu memperkirakan kesanggupan bahwa makmum kita macam-macam. Ada yang alim sekali, ada yang baru masuk Islam ada yang kuat berdiri, ada yang asam urat. Walah macam-macam, jangan panjang-panjang," jelasnya.
Tanggapan warganet
Mendengar penjelasan dari Cak Nun, warganet juga ikut berkomentar. Ada yang menambahkan keterangan Cak Nun dengan kisah sahabat Nabi Muhammad yang pernah ditegur saat menjadi Imam.
"Itu juga ada di zaman Rasulullah, seorang sahabat yang menjadi imam terlalu panjang membaca surah, malah dinasehati Rasulullah untuk mempersingkat," tulis @pak***
"Bener harus tau tipikal makmum nya kek gimana tapi rata-rata orang indo senengnya cepet-cepet kata alm syech alijaber aja klo bisa Al ikhlas dibagi dua," tulis @Sil***
"Banyak orang tua yg sholat kadang kondisinya gak kuat.jadi butuh kearifan imam untuk melihat kondisi makmumnya," tulis @Ler***
"Kalau sholat tarawih bacaan ayat-ayatnya terlalu panjang, itu akan mengurangi nilai pahala karena banyak yang kurang ihklas," tulis @sis***
Kontributor: Sekar Wati