facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemkot Samarinda Mau Punya Maskapai Sendiri, Andi Harun Bakal Rangkul Perusahaan Ini

Denada S Putri Sabtu, 21 Mei 2022 | 11:00 WIB

Pemkot Samarinda Mau Punya Maskapai Sendiri, Andi Harun Bakal Rangkul Perusahaan Ini
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. [Presisi.co]

"Kami rencanakan tahun 2022 ini terwujud."

SuaraKaltim.id - Sejak Covid-19 melanda Kota Tepian pada 2020 silam, industri penerbangan mengalami tekanan dan pukulan yang sangat luar biasa. Demikian pula riwayat 2 maskapai yang pernah eksis di Bandara Temindung Kota Samarinda, Karlas Aviation dan Express Air.

Keduanya kini telah resmi berhenti beroperasi sejak bandara tersebut ditutup pada 23 Mei 2018. Dua maskapai itu ditutup arena dinilai sudah tak layak beroperasi lagi.

Berangkat dari hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berencana memiliki sendiri maskapai penerbangan baru di Bandar Udara (Bandara) APT Pranoto Samarinda. Dua sektor peluang bisnis yang disorot adalah, usaha penerbangan kargo dan penerbangan perintis.

Hal itu disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun. Ia mengatakan, berdasarkan pertemuan antara Perumda Varia Niaga, APT Bandara Pranoto Samarinda, PT Big Jet dan Pemkot Samarinda pada Jumat (20/5/2022) di Balai Kota, menghasilkan kesepakatan untuk menindaklanjuti kerja sama empat pihak tersebut.

Baca Juga: Kadin Samarinda Angkat Bicara Soal CSR ke Kampus Luar Kaltim, Singgung Kepedulian Lingkungan dan Masalah Etika

"Kami rencanakan tahun 2022 ini terwujud. Estimasi paling lambat awal tahun depan (2023, Red) kita akan memiliki penerbangan sendiri. Samarinda Airlines atau Varia trans namanya nanti, untuk penerbangan kargo dan perintis," katanya, melansir dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Sabtu (21/5/2022).

Ia melanjutkan, setelah maskapai Karlas Aviation dan Express Air berhenti beroperasi di Samarinda, ditambah terjadinya pandemi Covid-19, membuat sektor usaha penerbangan memiliki peluang besar untuk dikembangkan lagi.

Rencana pembangunan maskapai sendiri, sebutnya, merupakan pasar yang surut bisnis sekaligus potensi. Agar, Kota Samarinda bisa melakukan pelayanan di bidang penerbangan.

Ia menyebut, wacana ini tidak hanya untuk Kota Samarinda tapi juga untuk daerah-daerah lain di wilayah Bumi Mulawarman tentunya.

"Usaha kargo juga begitu, kalau setiap hari di Balikpapan itu hingga 150 ton, kita hanya sekitar 8 ton, karena tidak ada penerbangan kargo yang masuk di Samarinda. Nah, peluang bisnis ini kami lihat sebagai potensi dan peluang besar," terang mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim tersebut.

Baca Juga: Keajaiban, Al Qur'an Selamat dari Kebakaran Rumah di Jalan Senyiur Samarinda, Warganet: Masya Allah

Ia menambahkan, jika pembangunan maskapai terealisasi, maka pengelolannya akan berada di bawah naungan Perumda Varia Niaga. Mencuat pula bisnis tersebut dijalankan oleh pemerintah dengan membentuk perusahaan patungan atau Joint Venture bersama empat pihak yang terlibat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait