facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Demo Tolak RKUHP di Kalsel, Mahasiswa Bawa Nisan dan Keranda: Kemana yang Katanya Wakil Rakyat

Denada S Putri Kamis, 07 Juli 2022 | 16:30 WIB

Demo Tolak RKUHP di Kalsel, Mahasiswa Bawa Nisan dan Keranda: Kemana yang Katanya Wakil Rakyat
Sejumlah aksi teatrikal dan orasi dilakukan BEM se-Kalsel dalam upaya menolak RKUHP. [KanalKalimantan.com]

Salah satu posternya bertuliskan Terus Kawal Jangan Sampai Menyesal.

SuaraKaltim.id - Berbagai aksi teatrikal dilakukan mahasiswa yang melakukan penolakan RKHUP di Banjarmasin, Rabu (6/7/2022) kemarain. Mereka membawa properti berupa keranda buatan, pupuk, hingga batu nisan dan kembang.

Tak lupa poster poster berwarnakan spidol merah turut mewarnai jalannya aksi tersebut dari lokasi titik kumpul Taman Kamboja Banjarmasin hingga ke depan Gedung DRPD Kalsel. Salah satu posternya bertuliskan ‘Terus Kawal Jangan Sampai Menyesal’.

Dalam aksi tersebut, mereka menilai beberapa pasal karet terdapat dalam RKUHP dapat membungkam rakyat dan membuat pemerintah hingga DPR RI menjadi antikritik.

Seorang pendemo, Mutmainah dari perwakilan BEM ULM menegaskan penolakannya atas pengistimewaan jabatan atau profesi itu di suatu negara.

Baca Juga: 5 Tipe Mahasiswa Perempuan saat Hendak Wisuda, Ada yang Panik hingga Santai

“Misalnya saja pasal 354, yaitu mengatur mengenai penghinaan Presiden dan Wakil Presiden kemudian lembaga negara serta pemerintah, bagaimana jika aturan yang mengkhususkan begini. Padahal hukum pidana itu tujuannya untuk melindungi masyarakat bukan untuk melindungi sekelompok,” katanya, dikutip dari KanalKalimantan.com--Jaringan Suara.com Kamis (7/7/2022).

Cimut—sapaan akrabnya, turut menyinggung isu bahwa DPR RI masih belum berhasil menyelesaikan draft RKUHP tersebut. Padahal lanjutnya, satu minggu yang lalu mahasiswa di seluruh Indonesia sedang gempar melakukan aksi tolak RKUHP.

“Apakah mereka sengaja menyembunyikannya sampai sekarang? Padahal dalam peraturan Perpu jelas mengatakan harus ada asas transparansi. Itu adalah bukti,” tegasnya.

Lebih lanjut, salah seorang perwakilan mahasiswa Fakultas Pertanian ULM, Satrio Ajie mengeluhkan sikap para dewan yang tidak mencoba mengkaji, meskipun hanya pasal-pasal karet saja yang ada di sebuah rancangan tersebut.

“Sata Satrio Ajie, mahasiswa biasa dari Fakultas Pertanian, tapi pada hari ini walaupun saya Mahasiswa Fakultas Pertanian yang katanya lulus jadi petani, tapi tetap bisa mengkaji yang namanya RKUHP,” teriak Satrio Ajie.

Baca Juga: Demo di Bali, Mahasiswa Papua Minta Selesaikan Kasus HAM di Biak

Sontak ratusan mahasiswa pun bersorak memberikan dukungan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait