Nasib Pilu Mawar yang Diperkosa 2 Pamannya di Tanjung Laut, Cari Keadilan Tapi Kasus Dihentikan

Satu momen pasca terjadinya pencabulan, Mawar pergi ke Samarinda untuk kegiatan bela diri akhir maret lalu.

Denada S Putri
Selasa, 23 Agustus 2022 | 20:54 WIB
Nasib Pilu Mawar yang Diperkosa 2 Pamannya di Tanjung Laut, Cari Keadilan Tapi Kasus Dihentikan
Ilustrasi pemerkosaan anak di bawah umur. [Istimewa]

SuaraKaltim.id - Mawar (bukan nama sebenarnya) menjadi korban pencabulan 2 orang pamannya. Di tengah rasa trauma, dia berupaya mencari keadilan.

Mawar mengaku menjadi korban rudapaksa di November 2021 lalu. Peristiwa yang kini menyisakan trauma mendalam itu awalnya terjadi di rumah neneknya, di Tanjung Laut, Bontang Selatan. Pelakunya adalah pamannya yang berumur 27 Tahun.

Bukan hanya itu, kejadian serupa terulang lagi pada Maret 2022. Pelaku juga masih kerabat Mawar, yakni pamannya yang berumur sekira 21 tahun.

Pencabulan tersebut bisa terjadi karena kondisi rumah sedang sepi. Keluarga yang lain sedang pergi melayat saat itu. Hanya ada Mawar dan adiknya yang berumur 8 Tahun.

Baca Juga:Steno Ricardo Dapat Peringatan Usai Tinggalkan Mawar AFI, Istri Baru Disebut Kurang Bawa Hoki

Satu momen pasca terjadinya pencabulan, Mawar pergi ke Samarinda untuk kegiatan bela diri akhir maret lalu. Setelah kegiatan selesai, Mawar tak ingin kembali ke Bontang karena rasa traumatik. Ketika coba dikorek penyebabnya, Mawar akhirnya menceritakan kedurjanaan itu kepada sepupunya.

"Awalnya dia cerita ke sepupunya. Baru saya coba tanya ke anak saya. Dan dia mengaku menjadi korban pencabulan pamannya sendiri, itu bahkan dilakukan di rumah sang nenek," kata Ayah korban saat dihubungi, dikutip dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Selasa (23/8/2022).

Setelah berembuk keluarga, ayah korban melaporkan perbuatan keji itu ke Mapolres Bontang pada 23 Juni 2022 lalu. Setibanya di sana, korban dimintai keterangan oleh penyidik Kepolisian. Dari situ Mawar bercerita dua kejadian pahit yang menimpanya.

Saat melakukan pelaporan, sang ayah juga turut mendampingi Mawar melakukan visum. Hasilnya ditemukan luka sobek di vagina anaknya.

"Tetapi, bukti itu dinilai tidak cukup. Batin anak saya tersiksa. Sebagai korban dia meminta keadilan kepada pihak polisi," sambungnya.

Baca Juga:Korban Pemerkosaan Massal dan Saksi Pembunuhan: Pemerkosa Saya Dibebaskan

Karena kejadian itu, Mawar enggan tinggal di Kota Bontang. Sang ayah pun membawanya pergi ke Samarinda untuk melanjutkan pendidikan di sana.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini