Nyanyian Ismail Bolong Soal Kejahatan Tambang Ilegal di Kaltim, Kejagung Belum Bisa Lakukan Investigasi

Dugaan adanya setoran uang hasil bisnis tambang ilegal di Kaltim ke petinggi Polri menjadi perhatian publik.

Denada S Putri
Kamis, 24 November 2022 | 19:07 WIB
Nyanyian Ismail Bolong Soal Kejahatan Tambang Ilegal di Kaltim, Kejagung Belum Bisa Lakukan Investigasi
Tangkapan layar Ismail Bolong di dalam video. [KlikKaltim.com]

SuaraKaltim.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) menunggu laporan masyarakat untuk menindaklanjuti dugaan korupsi Ismail Bolong atas kejahatan tambang ilegal di Kaltim.

Kejaksaan Agung menyampaikan akan mempelajari kasus dugaan tambang ilegal di Kaltim yang menyinggung mantan anggota Intelkam Polresta Samarinda Aiptu Ismail Bolong. Kejagung menunggu laporan dari masyarakat.

“Kami kalau ada laporan, pasti kami dalami (kasus tambang Kaltim). Sejauh ini, kami belum dapat informasi itu. Belum dapat informasi mengenai itu,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, melansir dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Kamis (24/11/2022).

Kejagung belum dapat melakukan investigasi kasus itu secara mandiri sebelum ada laporan resmi.

Baca Juga:Soal Dugaan Kasus Suap Tambang Ilegal di Kaltim, DPR Tunggu Penjelasan Listyo Sigit Prabowo

“Itu kan masih terkait internal mereka ya. Bisa saja itu perkara tambang, nggak ada kaitan dengan korupsi. Kalau ada dugaan korupsi, pasti kami pelajari dulu,” kata dia.

“Apakah ada kewenangan terkait dengan kita atau nggak. Kalau nggak ada kewenangan, terkait perkara pertambangan pasti tugasnya tugas Polri.”

Dugaan adanya setoran uang hasil bisnis tambang ilegal di Kaltim ke petinggi Polri menjadi perhatian publik setelah muncul video yang bersisi testimoni Ismail Bolong.

Sejak Juli 2020 hingga November 2021, Ismail Bolong menjadi pengepul batu bara hasil tambang ilegal di Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Dalam sebulan dia mengaku bisa memperoleh keuntungan sekitar Rp5 miliar hingga Rp 10 miliar.

Ismail Bolong mengatakan menyetorkan uang ke Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto sebesar Rp6 miliar.

Baca Juga:Soal Dugaan Pemerasan hingga Setoran Tambang Ilegal ke Kabareskrim, Mahfud MD Disarankan Segera Lapor Jokowi

“Terkait dengan kegiatan yang saya lakukan saya sudah berkoordinasi dengan Kabareskrim yaitu ke bapak Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto dengan memberikan uang sebanyak tiga kali yaitu pada bulan September 2021 sebesar Rp2 miliar, Oktober 2021 sebesar Rp2 miliar dan November 2021 sebesar Rp2 miliar,” kata Ismail Bolong.

News

Terkini

Pasien terkonfirmasi di Benua Etam ada 28 orang.

News | 21:30 WIB

Kabar itu juga diunggah kembali di akun gosip @lambeturah_oficial.

Lifestyle | 21:12 WIB

Kamilan mengatakan, proses penertiban bukan hal yang mudah.

News | 20:45 WIB

Peristiwa yang menimpa Mawar bukan hanya sekali.

News | 20:30 WIB

Tersangka diamankan di Kawasan Gunung Guntur.

News | 20:14 WIB

Soal rumah mewah yang dimiliki Ismail Bolong, dipaparkan admin di keterangan tulisnya.

News | 19:30 WIB

Jika dibandingkan dengan 2022, APBD Kaltim melonjak naik sekitar Rp 6 triliun.

News | 19:00 WIB

Penyaluran sudah menyentuh angka 2.336 penerima.

News | 18:30 WIB

Lantaran dianggap mengancam keselamatan dirinya dan pengendara lain, sejumlah orang lalu mendekati pria yang sedang salat di tengah jalan itu.

News | 17:30 WIB

Hal itu ditetapkan dalam Pengumuman Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Nomor 561 / 11854 / 2187-IV / B.Kesra

News | 17:00 WIB

Andi Faiz menyayangkan keputusan pemerintah atas pengadaan mobil dinas baru itu.

News | 16:30 WIB

Tampak pelaku dengan menggunakan logat bahasa Sumatera sempat menggertak petugas.

News | 16:00 WIB

LBH Samarinda melaporkan praktek tambang ilegal. Tapi laporan sering tidak berprogres.

News | 15:43 WIB

Minimal kenaikan UMK dari 6-10 persen.

News | 14:45 WIB

Meski mencekam, warga terlihat menengadahkan kedua tangannya ke atas sembari menunggu kiriman bantuan.

News | 14:30 WIB
Tampilkan lebih banyak