Wakil Ketua DPRD Kaltim Beri Perhatian ke Kampung Luwak Desa Prangat Baru: Produk Unggul

Ia menyampaikan, kopi luwak yang ditanam disela-sela pepohonan kebun karet itu merupakan jenis liberika.

Denada S Putri
Rabu, 25 Oktober 2023 | 20:45 WIB
Wakil Ketua DPRD Kaltim Beri Perhatian ke Kampung Luwak Desa Prangat Baru: Produk Unggul
Ilustrasi biji kopi luwak (Pixabay/andreaswegelin)

Ia menjual bubuk kopi luwak olahannya seharga Rp210 ribu per kemasan yang berisi 50 gram. Ini berarti per gram seharga Rp 4.200 atau mencapai Rp 4,2 juta per kilogram.

"Jenis kopi yang saya kembangkan adalah liberika. Total lahan yang ada mencapai sembilan hektare dari jumlah ini baru dua hektareyang saya tanami liberika sedangkan yang tujuh hektare lagi masih dalam pengembangan yang saat ini menunggu proses pembibitan," ucap Rindoni. 

Sementara Kabid Perkebunan Berkelanjutan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur Asmirilda, mengaku salut dengan kinerja Rindoni yang mengelola perkebunan secara berkelanjutan dan secara lestari, sehingga pihaknya terus mendukung. 

"Saya juga pernah membeli bubuk kopi luwak olahan Pak Rindoni. Saya juga telah merasakan kopi luwak racikan beliau, rasanya memang mantap."

Baca Juga:Samsun Nilai Perpindahan IKN ke Kaltim Beri Dampak Positif

Ia bahkan telah memfasilitasi pembentukan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) Kampung Kopi Luwak di lokasi itu, sehingga keberadaan KTPA diharapkan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca.

"Seiring tidak adanya pembakaran lahan hingga penanganan saat terjadi kebakaran lahan," lugasnya.

REKOMENDASI

News

Terkini