Daya Beli Turun, Mall Ramai? Basri Rase Sangkal Data BPS dan Sebut Ekonomi Berkembang

Distributor telur dan beras di Pasar Taman Rawa Indah, Desmayani mengatakan, penurunan daya beli dirasakan beberapa tahun terakhir.

Denada S Putri
Jum'at, 21 Juni 2024 | 18:00 WIB
Daya Beli Turun, Mall Ramai? Basri Rase Sangkal Data BPS dan Sebut Ekonomi Berkembang
Salah satu toko beras di Pasar Taman Rawa Indah Bontang. [kaltimtoday.co]

SuaraKaltim.id - Wali Kota Bontang Basri Rase mengaku tak percaya dengan hasil Badan Pusat Statistik (BPS) terkait penurunan pengeluaran per kapita atau daya beli masayrakat 3 tahun terakhir. 

Menurut Basri, daya beli justru meningkat karena kehadiran Bontang Citimall dan massifnya pertumbuhan Franchise di Kota Bontang beberapa tahun terakhir. 

Data BPS menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita/kepala keluarga menurun sepanjang 4 tahun terakhir. Tren ini terlihat sejak 2020 lalu, rata-rata belanja rumah tangga sebanyak Rp 2,4 juta per bulan. Kemudian angka konsumsi rumah tangga turun di 2021 menjadi Rp 2.071.553.

Tren ini masih bertahan 2 tahun berikutnya, pada 2022 pengeluaran per kapita merosot menjadi Rp 2.023.331. Sedangkan, memasuki 2023 angkanya sedikit naik sekitar Rp 30 ribuan menjadi Rp 2.059.757.

Baca Juga:Basri Rase, dari PKB ke Demokrat, Siap Jadi Gajah Loncat untuk Kursi Wali Kota Bontang

"Ah masa turun. Mana ada. Kalau di 2021 sama 2022 kan Covid-19. Ini kita beranjak pulih. Tidak benar itu datanya. Buktinya Mall dan franchise banyak di Bontang," ucap Basri, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Jumat (21/06/2024).

Wali Kota Bontang Basri Rase. [KlikKaltim.com]
Wali Kota Bontang Basri Rase. [KlikKaltim.com]

Basri mengatakan, pendapat pengamat tidak melihat rinci perputaran rupiah di Bontang. Bahkan dia tidak melihat pertumbuhan ekonomi Bontang yang meningkat diatas 4 persen. 

"Saya anggap keliru itu. Kan perputaran uang di Bontang juga banyak. Event kita jalankan terus sejak awal tahun. Bisa dilihat ramai terus kan," sambungnya.

Sementara itu, daya beli masyarakat yang menurun dikeluhkan distributor beras dan telur di pasar. Bahkan, dampak dari penurunan daya beli ini pengusaha harus mengurangi jumlah pekerja demi menghemat biaya operasional. 

Distributor telur dan beras di Pasar Taman Rawa Indah, Desmayani mengatakan, penurunan daya beli dirasakan beberapa tahun terakhir. Biasanya, dalam sepekan 6 ton telur miliknya habis terjual.

Baca Juga:Najirah dan Abdul Kadir Tappa Bicarakan Koalisi Pilkada Bontang

Namun kini hanya mampu menghabiskan 4 ton per minggunya. Padahal, seluruh telur yang didatangkan harus habis dalam tempo 1 minggu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini