“Berdasarkan jadwal, kami harus mengirimkan hasil rapat pleno dari tingkat kota ke provinsi hari ini, agar besok bisa istirahat," terang Firman.
Firman menanggapi terkait perubahan suara yang terjadi. Hal ini, bukan karena kelalaian. Melainkan kesalahan penempatan surat suara di amplop.
“Itu terjadi karena salah naruh di amplop yang seharusnya sah. Mungkin satunya nyelip waktu di meja sewaktu menyusun, tapi kita hitung ulang akhirnya kita temukan," jelas Firman.
Dalam menghadapi Pilkada mendatang, Firman menyatakan bahwa KPU akan lebih selektif dalam merekrut anggota KPPS yang berkompeten serta memperbanyak bimbingan teknis terkait pemungutan dan penghitungan suara di TPS.
Baca Juga:Tambang Batu Bara Ilegal Kembali Merajalela di Jalan Poros Bontang-Samarinda, Warga Diminta Melapor!
Kejadian penghitungan ulang dan pemungutan suara ulang di Samarindamenjadi catatan penting untuk memperkuat bimbingan teknis di masa mendatang.
Proses ini menekankan pentingnya peningkatan pemahaman dan keterampilan teknis anggota KPPS untuk menghindari kesalahan serupa di masa mendatang.
Sebagai informasi tambahan, berdasarkan data perolehan suara yang dimiliki oleh masing-masing partai, berikut rincian perubahan suara dan tidak:
- PKB bertambah 1 suara
- Gerindra berkurang 2 suara
- PDIP berkurang 2 suara
- Golkar bertambah 6 suara
- Nasdem berkurang 7 suara
- Partai Buruh bertambah 1 suara
- Gelora berkurang 3 suara
- PKS bertambah 1 suara
- PKN tidak berubah
- Hanura tidak berubah
- Garuda berkurang 1 suara
- PAN berkurang 2 suara
- PBB tidak berubah
- Demokrat bertambah 7 suara
- PSI tidak berubah
- PERINDO tidak berubah
- PPP bertambah sebanyak 1 suara
- Partai Ummat bertambah 2 suara
Baca Juga:Pencarian Anak Tenggelam di Sungai Mahakam Resmi Dihentikan, Basarnas Tetap Lakukan Pemantauan