Pesisir Bontang dengan Limpahan Ikan Justru Puncaki Kasus Stunting, Kemiskinan dan Pola Asuh Jadi Biang Kerok

Pemerintah memastikan akan melakukan intervensi program untuk menekan angka stunting.

Denada S Putri
Senin, 08 Juli 2024 | 14:15 WIB
Pesisir Bontang dengan Limpahan Ikan Justru Puncaki Kasus Stunting, Kemiskinan dan Pola Asuh Jadi Biang Kerok
Ilustrasi stunting di pesisir. [Ist]

“Harus dibarengi juga dengan kualitas gizi ikan yang dikonsumsi,” singkatnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak RSUD Taman Husada Thoufik Hidayat menjelaskan, ada 4 penyebab stunting dialami anak dalam masa tumbuh.

Salah satunya karena keterbatasan ekonomi orang tua memenuhi kalori yang dibutuhkan anaknya. Kurangnya kalori yang diserap anak akan menghambat pertumbuhan sehingga menyebabkan stunting.

Namun, dia menekankan ketidaktahuan orang tua juga menjadi anak masalah vital. Karena ketidaktahuan ini menyebabkan penanganan balita mereka terlambat.

Baca Juga:Hilang Kendali saat Isi Angin, Minibus Tabrak Pengunjung Bengkel di Bontang Utara

Penyebab lainnya seperti penyakit kronis bawaan yang dialami balita juga berdampak dengan stunting.

"Ekonomi juga faktor. Tapi bukan utama. Bagaimana mau makan ikan tapi berdasarkan pengetahuan masih sangat minim," ujanya.

Melansir data kemiskinan milik Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat di 2023 lalu jumlah penduduk miskin sebanyak 47 ribu. Sebaran warga miskin paling banyak ditemui di Kecamatan Bontang Selatan yang mana hampir seluruh wilayahnya bermukim di pinggir laut.

Dosen Pembangunan Sosial Universitas Mulawarman Sri Murlianti menuturkan kemiskinan di pesisir menjadi masalah mendasar terhadap stunting. Tingginya angka stunting dipicu budaya hidup sehat dan lingkungan yang buruk sejak ibu hamil.

Karena miskin, lanjut Sri, rentan terhadap stunting karena terbatas mengkonsumsi makanan bergizi dengan kualitas dan kuantitas yang cukup. Diperparah lingkungan yang tidak sehat terutama sanitasi.

Baca Juga:Kakek 63 Tahun di Bontang Ditangkap Atas Kasus Pencabulan Anak, Korban Lebih dari Satu?

 “Coba dilihat datanya, daerah yang tinggi stuntingnya itu pasti berada di daerah yang memiliki taraf ekonomi rendah,” tegasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini