Data Ilmiah: Bukti Nyata Keberhasilan Manajemen Lingkungan di Sektor Pertambangan

Dia kemudian menyebut perusahaan tersebut punya manajemen lingkungan yan

Denada S Putri
Selasa, 03 September 2024 | 19:11 WIB
Data Ilmiah: Bukti Nyata Keberhasilan Manajemen Lingkungan di Sektor Pertambangan
Jenis dan hamparan padang lamun di sekitar trestle conveyor. [Ist]

Muchlis menyebut, akitivtas pertambangan beririsan langsung dengan ekosistem pesisir, termasuk ekosistem mangrove, terumbu karang serta biota lain di sekitarnya. Sejak lama beroperasi, tentu banyak pihak yang menyaksikan ekosistem di sekitar pelabuhan bongkar muat masih bagus.

“Survei yang kami lakukan bertujuan, pertama, sebagai upaya menggali kenaakeramana hayati di sebuah kawasan. Kebetulan itu kawasan DLKp (Daerah Lingkungan Kerja) PT Indominco. Kita menemukan keberadaan terumbu karang yang masih mampu menampung kehidupan biota laut,” katanya.

Dia tak menampik soal sisi negatif aktivitas pertambangan batu bara, terutama saat bongkar muat. Ceceran batu bara, minyak, hingga dampak dari aktivitas kapal dan alat berat tentu jadi sangat mengkhawatirkan bagi ekosistem pesisir.

“Tapi setelah dilakukan penelitian masih ada terumbu karang dan masih hidup. Bahkan mampu memberi daya dukung biota di dalamnya, baik terumbu karang maupun lamun,” sebut Muchlis.

Baca Juga:Sulawesi Tengah Jadi Korban IKN: Peningkatan Aktivitas Pertambangan Ancam Lingkungan

Perbaikan Database

Pada dasarnya, survei yang dilakukan Muchlis bertujuan untuk memperbaiki database. Sebagai dosen dan peneliti kelautan, tentu perlu mengetahui kondisi persis kelautan yang ada di Bumi Mulawarman.

“Sebagai akademisi, survei ini adalah data keanekaragaman hayati yang harus diketahui. Kebetulan saja berada di kawasan terbatas milik perusahaan. Ini akan memperbaiki database kita,” katanya.

Basis data sangat dibutuhkan pengambil kebijakan, pemerintah utamanya, dalam menentukan sebuah kebijakan. Maka data yang diambil akademisi selalu menjadi acuan.

“Di shiploader PT indominco mandiri, berdasrkan survei, kami temukan keberadaan 12 titik terumbu karang. Baik yang berada di area DLKr (Daerah Lingkungan Kerja), DLKp (Daerah Lingkungan Kepentingan) maupun di luar kawasan,” papar Muchlis.

Baca Juga:Peningkatan Penduduk dan Sampah di Balikpapan: Upaya DLH Mengatasi Volume Harian

Surveinya sendiri dibagi beberapa tahap yang dimulai dari 2021 hingga 2024 ini. Pada tahap awal, survei berupaya membuktikan keanekaragaman hayati di kawasan itu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini