SuaraKaltim.id - Akademisi Cross Culture Ali Syarief buka suara terkait pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut IKN adalah proyek seluruh rakyat yang diwakili oleh 93 fraksi DPRI RI.
Menurut Ali Syarief, pernyataan Presiden Jokowi tersebut adalah dusta karena usulan pemindahan ibu kota tidak pernah di kampanyekan saat Pemilu 2019 untuk periode kedua.
Ali Syarief menilai kebohongan Presiden Jokowi terkait IKN proyek rakyat sama halnya dengan mobil listrik Esemka pada periode pertama.
"Ini mnrt saya juga dusta. Ikn tdk di kampanyekan diperiode ke 2, seperti Esemka di periode ke 1," tulis Ali Syarief melalui akun Twitter (X) pribadinya, @alisyarief, dikutip Minggu (05/10/2024).
Baca Juga:Diskominfo Kaltim Dorong Percepatan Transformasi Digital untuk Imbangi IKN
Dalam cuitan tersebut, Ali Syarief juga mengunggah postingan terkait jejak digital Jokowi yang pernah menyebut pemindahan ibu kota telah ia kaji bersama tim yang dibentuknya secara diam-diam.
Potongan video tersebut memperlihatkan pernyataan Jokowi saat memberi sambutan pada groundbreaking pembangunan Kompleks Bank Indonesia di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur pada akhir tahun 2023 lalu.
"Sembilan tahun yang lalu secara diam-diam saya bentuk tim untuk melihat kembali gagasan-gagasan yang telah dilakukan oleh presiden pertama, kedua dan selanjutnya," ujar Jokowi dalam video.
Jokowi juga melanjutkan, tim yang ia bentuk tersebut telah melakukan kajian studi selama enam tahun untuk memutuskan pemindahan ibu kota ke IKN.
"Dan akhirnya setelah enam tahun studi, berkalkulasi dan berhitung kemudian kita memiliki beberapa opsi. Beberapa pilihan dan akhirnya terakhir kita putuskan ibu kota kita yang baru, ibu kota negara adalah Nusantara," tambah Jokowi.
Baca Juga:Presiden Jokowi Apresiasi Langkah Pemprov Kaltim dalam Digitalisasi Sekolah
Alhasil, pernyataan tersebut membuktikan bahwa pemindahan ibu kota tidak serta merta keinginan seluruh rakyat.
- 1
- 2