Agus Haris bahkan berpendapat, anggaran perusahaan lebih baik dialokasikan untuk pengentasan miskin ekstrem, yang manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat Bontang.
Ketimbang uang miliaran rupiah digunakan untuk mensponsori klub bola Liga 1 yang posisinya pun tidak di Bontang.
"Mending anggaran miliaran rupiah itu dialokasikan untuk miskin ekstrem. Lebih ada manfaatnya ketimbang bantu klub bola," katanya.
Dia menambahkan, “Yang menikmati bunyinya pabrik, bunyi truk kalau lewat, baunya amoniak, itu orang Bontang. Kenapa malah bantu ke sana [luar Bontang]?."
Baca Juga:Pemprov Kaltim Susun RPKD untuk Tekan Angka Kemiskinan Hingga Nol Persen
Menurutnya bila perusahaan ikut andil dalam pengentasan miskin ekstrem, APBD bisa dimanfaatkan maksimal bagi program pemerintah lainnya. Semisal, meningkatkan kesejahteraan pegiat agama, organisasi profesi seperti guru, kesejahteraan ketua RT dan perangkatnya.
Hingga, pemberian perlindungan sosial bagi masyarakat, seperti pemberian modal dan penyediaan berbagai pelatihan untuk meningkatkan keterampilan.