IKN Butuh Tenaga Ahli Konservasi, Dishut Kaltim Siapkan Pelatihan Khusus

Dishut Kaltim melalui KPHP Telake mengoperasikan sistem deteksi dini yang memanfaatkan data satelit BMKG dan melibatkan partisipasi masyarakat.

Denada S Putri
Selasa, 19 Agustus 2025 | 21:59 WIB
IKN Butuh Tenaga Ahli Konservasi, Dishut Kaltim Siapkan Pelatihan Khusus
Ilustrasi karhutla di IKN. [Ist]

SuaraKaltim.id - Upaya menjaga kelestarian kawasan hutan di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) terus diperkuat.

Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Timur (Kaltim) kini intens melakukan pendampingan teknis kepada Otorita IKN, dengan fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lapangan.

Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Dishut Kaltim, Rusmadi, menegaskan bahwa keterlibatan Otorita IKN dalam upaya konservasi harus dibarengi dengan penguatan kemampuan teknis.

Hal itu disampaikannya saat berada di Samarinda, Senin, 18 Agustus 2025.

Baca Juga:Hadapi IKN, Pemkab PPU Ajukan Pemekaran Dua Kecamatan

"Kami mempersiapkan tenaga teknis untuk melatih mereka, sehingga ke depan mereka bisa melakukan upaya konservasi secara mandiri," ujarnya disadur dari ANTARA, Selasa, 19 Agustus 2025.

Program pendampingan tersebut mencakup sosialisasi, pembekalan, hingga pelatihan lapangan.

Pasalnya, banyak personel di lingkungan Otorita IKN yang masih baru sehingga membutuhkan pemahaman mendalam terkait strategi perlindungan hutan.

Salah satu fokus utama kerja sama adalah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dishut Kaltim melalui KPHP Telake mengoperasikan sistem deteksi dini yang memanfaatkan data satelit BMKG dan melibatkan partisipasi masyarakat.

Baca Juga:Digitalisasi Layanan Publik: Sakti Gemas Hadir di Kalimantan Timur

"Begitu terdeteksi titik panas, tim di lapangan akan segera melakukan pengecekan langsung atau ground check untuk memastikan apakah itu benar-benar api atau bukan," jelas Rusmadi.

Kepala UPTD KPHP Telake, Shahar Al-Haqq, menambahkan bahwa tidak semua titik panas berarti kebakaran.

"Seringkali anomali panas yang tertangkap satelit berasal dari sumber lain seperti bara batu bara. Oleh karena itu, validasi lapangan menjadi kunci sebelum melakukan tindakan lebih lanjut," katanya.

Untuk memperkuat pencegahan, Dishut Kaltim mengandalkan peran Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) yang tersebar di desa-desa sekitar kawasan hutan.

"MPA biasanya sudah memblokir api lebih dulu. Mereka melapor kepada kami dan jika skalanya besar baru tim gabungan akan turun tangan," tambah Shahar.

Selain dukungan masyarakat, sistem pengawasan juga diperkuat lewat patroli darat serta menara pantau api, termasuk yang dimiliki perusahaan di sekitar konsesi IKN.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini