IKN, Tempat di Mana Kearifan Lokal dan Modernitas Bertemu

Museum hidup tersebut nantinya akan menjadi ruang bagi masyarakat lokal untuk mengembangkan dan melestarikan tradisi serta seni budaya khas daerah.

Denada S Putri
Selasa, 28 Oktober 2025 | 19:23 WIB
IKN, Tempat di Mana Kearifan Lokal dan Modernitas Bertemu
Ilustrasi Istana Garuda di IKN. [Ist]
Baca 10 detik
  • Otorita IKN menegaskan pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan sosial dan budaya masyarakat lokal di wilayah PPU dan Kukar.

  • Konsep living museum digagas sebagai ruang pelestarian kearifan lokal agar tradisi dan seni budaya Paser, Dayak, dan Kutai tetap hidup di tengah pembangunan modern.

  • Pelestarian budaya tiga suku utama tersebut menjadi bagian penting dari strategi Otorita IKN membangun identitas sosial-budaya ibu kota baru Indonesia.

SuaraKaltim.id - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan komitmennya untuk membangun IKN tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga melalui penguatan fondasi sosial dan budaya masyarakat lokal di kawasan inti pembangunan yang mencakup sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menekankan bahwa pembangunan IKN harus berjalan seimbang antara kemajuan infrastruktur dan penguatan nilai-nilai budaya.

Hal itu disampaikannya saat berada di Sepaku, PPU, Selasa, 28 Oktober 2025.

“Pembangunan IKN tidak memajukan sisi fisik saja,” ujarnya disadur dari ANTARA, di hari yang sama.

Baca Juga:Sambut IKN, Pemkab PPU Tata Layanan Publik agar Lebih Terpadu dan Responsif

Sebagai wujud nyata, Otorita IKN tengah menggagas konsep living museum yang bertujuan menjaga kearifan lokal agar tidak tergerus oleh arus modernisasi.

Museum hidup tersebut nantinya akan menjadi ruang bagi masyarakat lokal untuk mengembangkan dan melestarikan tradisi serta seni budaya khas daerah.

“Kami komitmen melestarikan budaya lokal yang ada di kawasan IKN seperti Suku Paser, Dayak, dan Kutai,” tambah Alimuddin.

Ia menjelaskan, kawasan yang termasuk dalam wilayah IKN meliputi tujuh kecamatan — satu di Kabupaten PPU (Sepaku) serta enam di Kabupaten Kukar, yakni Loa Kulu, Loa Janan, Muara Jawa, Samboja, Samboja Barat, dan Sangasanga.

“Wilayah Kecamatan Sepaku terdapat masyarakat adat Paser Balik dan Dayak Kenyah di Loa Kulu,” jelasnya.

Baca Juga:Satgas Temukan 4.000 Hektare Tambang Ilegal di Kawasan IKN

Alimuddin menegaskan bahwa pelestarian budaya tiga suku utama — Paser, Kutai, dan Dayak — menjadi fokus utama dalam pembangunan sosial budaya IKN.

“Otorita IKN komitmen membangun living museum sebagai upaya pelestarian budaya lokal di kawasan calon ibu kota Indonesia,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Mental Health Check-in Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini