Temuan ini menambah panjang daftar penyalahgunaan teknologi deepfake yang menyasar tokoh publik dan pejabat negara di Indonesia.
Penggunaan wajah Menkeu Purbaya dianggap sebagai taktik "social engineering" yang licik untuk membangun kredibilitas palsu di mata masyarakat, mengingat posisi Menteri Keuangan sebagai otoritas tertinggi dalam pengelolaan kas negara.
Ciri-ciri Video Deepfake yang Harus Diwaspadai
Bagi masyarakat, terutama audiens produktif di kota-kota besar yang sangat aktif menggunakan internet, mengenali ciri-ciri video AI menjadi keterampilan digital yang krusial. Meskipun visual dalam video hoaks Menkeu Purbaya terlihat halus, biasanya terdapat beberapa kejanggalan yang bisa diamati secara teliti:
Baca Juga:BRI dan Inklusi Keuangan: BRILink Agen Hadir di 66.450 Desa Seluruh Penjuru Tanah Air
Gerakan Bibir Tidak Natural: Jika diperhatikan dengan seksama, gerakan mulut seringkali tidak sepenuhnya sinkron dengan intonasi suara yang dihasilkan.
Kualitas Audio yang Robotik: Meskipun suaranya mirip, nada bicara seringkali terasa datar atau memiliki jeda yang tidak manusiawi di tengah kalimat.
Visual di Sekitar Wajah yang Kabur: Teknologi AI seringkali meninggalkan jejak berupa distorsi atau tampilan yang sedikit "blur" di area antara wajah dan rambut atau latar belakang saat sosok dalam video bergerak.
Sumber Informasi Tidak Kredibel: Pejabat negara seperti Menteri Keuangan tidak mungkin menggunakan akun TikTok anonim atau meminta masyarakat untuk menghubungi melalui pesan pribadi (Direct Message) untuk program resmi pemerintah.
BRI mengimbau para nasabah dan masyarakat luas untuk memperkuat pertahanan digital mereka. Jangan pernah membagikan data perbankan kepada siapapun, termasuk mereka yang mengaku sebagai petugas bank atau staf kementerian.
Masyarakat juga disarankan untuk melaporkan akun-akun mencurigakan seperti @bantuan.dana.hibah183 melalui fitur laporan yang tersedia di platform media sosial.
Dengan memutus interaksi dengan akun-akun penipuan, masyarakat dapat membantu mencegah lebih banyak korban yang terjerat oleh janji-janji manis dana hibah palsu.
Ingatlah untuk selalu merujuk pada prinsip perbankan yang aman, dengan jaga kerahasiaan data pribadi dan selalu lakukan kroscek melalui Contact BRI di nomor resmi atau aplikasi BRImo yang sudah terproteksi dengan fitur keamanan berlapis.***
Baca Juga:BRI Bersama Holding Ultra Mikro Sudah Layani 33,7 Juta Nasabah Hingga Maret 2026