- Kota Palangkaraya diselimuti asap pekat karhutla pada 24 Oktober 2026 yang membatasi jarak pandang pengendara.
- Posko Penanganan Darurat melaporkan total kebakaran mencapai ribuan hektare di Kalimantan Tengah hingga Oktober 2026.
- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau warga tetap di rumah dan memakai masker saat meninjau fasilitas kesehatan.
SuaraKaltim.id - Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) masih diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga Sabtu (24/10/2026).
Seorang warga, Wina menjelaskan akibat kabut asap tersebut jarak pandang terbatas dan mengganggu saat berkendara.
"Asapnya sangat pekat hari ini, jarak pandang pun kian terbatas saat berkendara," ujarnya.
Wina mengaku terpaksa keluar rumah karena ada urusan yang harus diselesaikan. Dia hati-hati berkendara dengan kecepatan yang cukup pelan dikarenakan jarak pandang yang terbatas akibat asap.
Edy, warga lainnya, mengaku prihatin dengan kondisi asap pekat akibat karhutla yang masih menyelimuti daerah setempat.
"Kalau lagi berkendara saat asap seperti ini, jadinya harus sangat berhati-hati, karena rawan akibat jarak pandang terbatas," tuturnya.
Berdasarkan laporan rutin Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng hingga 23 Oktober 2026 akumulasi mencapai 6.952 kejadian karhutla dengan luasan terbakar mencapai 20.108,18 hektare untuk seluruh wilayah provinsi setempat.
Khusus untuk Palangkaraya akumulasi mencapai 957 kejadian karhutla dengan luasan terbakar mencapai 1.286,94 hektare.
Sedangkan untuk kejadian harian per 23 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB terdapat 51 kejadian karhutla se-Kalimantan Tengah dengan luasan terbakar mencapai 140,31 hektare.
Untuk Palangka Raya tercatat tiga kejadian dengan luasan terbakar 15,95 hektare.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam kunjungannya memantau sejumlah faskes di Palangkaraya, meminta warga membatasi aktivitas di luar ruangan untuk meminimalkan dampak kesehatan akibat asap karhutla.
"Tolong sekali lagi dipastikan jangan keluar rumah kalau tidak perlu terutama kaum rentan seperti balita, ibu hamil atau orang tua, itu sebaiknya stay di rumah," kata Menkes.
Selain meninjau RSUD Doris Sylavnus, Budi juga meninjau Puskesmas Menteng, Rumah Oksigen RTH Bundaran Besar Palangkaraya, Puskesmas Panarung hingga rumah oksigen lainnya.
Menkes ingin memastikan kesiapan fasilitas serta ketersediaan dukungan medis benar-benar optimal bagi masyarakat terdampak asap karhutla.
Dia juga mengimbau masyarakat menggunakan masker KN95 untuk mengurangi paparan partikel serta segera mendatangi puskesmas jika mengalami sesak napas.