Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam

Kabut asap yang dirasakan sekarang diduga berkaitan dengan asap kebakaran sejak Agustus dan September.

Eko Faizin
Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:52 WIB
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
Ilustrasi - Foto dari udara pemadaman karhutla dengan menggunakan helikopter waterbombing. [Ist]
Baca 10 detik
  • BPBD Kaltim mencatat luas lahan terbakar turun menjadi 2.200 hektare pada Oktober 2026.
  • Samarinda, Penajam Paser Utara, dan Paser masih mengalami peningkatan tren kebakaran hutan dan lahan.
  • Akumulasi kabut asap dari berbagai wilayah masih dirasakan dan mengganggu aktivitas warga luar ruangan.

Ia juga menyebut asap dari luar Kaltim, termasuk Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, turut berkontribusi terhadap kondisi tersebut.

Asap yang terakumulasi di atmosfer dapat mengurangi intensitas sinar matahari yang mencapai permukaan.

Meski demikian, besarnya kontribusi asap dari masing-masing wilayah memerlukan data pemantauan atmosfer untuk memastikannya.

Karena itu, BPBD tidak hanya berfokus pada penanganan kebakaran, tetapi juga berupaya mengurangi dampak kabut asap yang mengganggu masyarakat.

Berdasarkan pemantauan BPBD Kaltim selama tiga hari terakhir, titik kebakaran masih terdeteksi di beberapa wilayah.

Kutai Kartanegara mencatat empat titik, disusul Paser dengan tiga titik. Sementara itu, masing-masing satu titik terpantau di Bontang, Kutai Barat, dan Kutai Timur.

Adapun di Mahakam Ulu, tidak ditemukan titik kebakaran selama periode pemantauan tersebut.

Data ini memperlihatkan bahwa meskipun luasan lahan terbakar pada Oktober lebih rendah dibandingkan dua bulan sebelumnya, potensi kebakaran masih perlu diantisipasi.

BPBD Kaltim mencatat September menjadi periode dengan luasan karhutla terbesar dalam tiga bulan terakhir, yakni sekitar 3.800 hektare.

Pada Agustus, luas lahan terbakar mencapai 3.500 hektare, sedangkan Oktober tercatat sekitar 2.200 hektare.

Buyung mengatakan pemerintah tetap melakukan penanganan terhadap kebakaran yang terjadi sekaligus berupaya mencegah dampak asap terhadap masyarakat.

"Puncaknya terjadi pada September. Relatif menurun ya. Jadi, selain melakukan penindakan terhadap kebakaran yang ada di beberapa wilayah, sekarang kami juga berupaya mencegah dampak asap yang mengganggu masyarakat saat beraktivitas di luar ruangan," tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, penurunan angka karhutla belum bisa menjadi alasan untuk mengendurkan kewaspadaan.

Pemerintah daerah masih perlu memantau titik kebakaran, sementara masyarakat diimbau memperhatikan kondisi udara dan mengurangi paparan asap ketika kualitas udara memburuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini