Scroll untuk membaca artikel
Yovanda Noni
Kamis, 22 Oktober 2020 | 08:44 WIB
Duta Wehea, Eng Doq mengenakan pakaian kebesaran Suku Dayak Wehea. (Foto : Yovanda)

SuaraKaltim.id - Bangga, itulah yang dirasakan Eng Doq ketika mengenalkan Potensi dayak Wehea pada ajang Kaltim Expo 2020 di Big Mall, Samarinda.

Eng Doq merupakan Duta Wehea dari Desa Nehas Liah Bing, Muara Wahau, Kutai Timur (Kutim).

Dia merupakan anak Dayak Wehea yang dikenal dengan kearifan lokal dan bersatu dengan alam.

Meski berwajah tampan, Eng Doq ternyata masih melakukan ritual keseharian Warga Wehea. Yakni berkebun dan bertanam yang merupakan cara Suku Dayak Wehea menyapa alam.

Baca Juga: Tak Punya Uang Beli Kado, Seorang Ayah di Kutim Nekat Curi HP untuk Anaknya

Ditemui di Expo Big Mall, Eng Doq tampak gagah menggunakan pakaian kebesaran Suku Dayak Wehea. Masyarakat antusias mengajak dia berfoto, karena pakaian yang dia gunakan berbeda dengan suku-suku dayak yang lain.

Datang bersama PT RHOI dan Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS), Eng Doq mengajak masyarakat untuk mengenal tradisi Wehea dan satwa langka orangutan yang terancam punah.

“Saya ke sini bersama PT RHOI dan Yayasan BOS. Tugas saya adalah mengenalkan potensi Suku Dayak Wehea dan mengajak masyarakat kaltim menyelamatkan orangutan. Saya bangga, karena saya diberi tugas yang memang menjadi warisan leluhur kami,” kata dia.

Program Manager RHO, Dr Aldrianto Priadjati, mengenalkan tradisi Dayak Wehea yang sangat mendukung nilai-nilai pelestarian alam. (Foto: Yovanda)

Sejak didaulat menjadi Duta Wehea, Eng Doq mulai menjajaki ilmu publikasi secara online. Meski rumahnya terletak di pedalaman Kalimantan Timur (Kaltim), namun dia giat menginformasi beragam kearifan lokal Dayak Wehea.

Menurutnya, tak akan habis cerita jika membahas kehidupan Suku Dayak Wehea.

Baca Juga: Kisah Meri, Siap Hadapi Resesi dengan Tumpar Benuaq dari Kutai Kartanegara

“Ada banyak produk seni dan adat Dayak Wehea yang perlu kami tunjukkan kepada masyarakat luas. Kami memiliki Lembaga Adat, tari-tarian, hasil kerajinan tangan yang bagus dan kuat, juga punya kamus bahasa Dayak Wehea yang disusun bersama-sama dengan teman-teman dari program RHO-Yayasan BOS,” jelasnya.

Load More