SuaraKaltim.id - Melonjaknya angka penduduk yang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam beberapa waktu terkahir di Kota Balikpapan, membuat Pemerintah Kota Balikpapan mempertimbangkan pengetatan aktivitas masyarakat. Bahkan, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mempertimbangkan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Lebih lanjut, Rizal meminta pengertian masyarakat Balikpapan, jika nantinya bakal ada pembatasan atau pengetatan aktivitas warga.
“Nanti coba kita tolak beberapa permintaan rekomendasi kegiatan atau kurangi jumlahnya karena situasi Covid-19 itu sangat masif naiknya di Balikpapan dan mohon pengertian masyarakat kalau ada beberapa hal yang akan dilakukan pembatasan dan diperketat kembali,” ujarnya seperti dilansir Inibalikpapan.com-jaringan Suara.com pada Kamis (07/01/2021).
Tak hanya itu, Rizal juga mulai pertimbangkan penerapan kebijakan PSBB. Pertimbangan tersebut, berdasarkan pada laporan perkembangan jumlah kasus yang terus meningkat secara tajam dalam beberapa hari belakangan.
“Kita masih akan analisa apakah kita membatasi wilayah atau kegiatan dulu, karena ada laporannya yang di atas standar nasional dan juga ada yang di bawah standar nasional,” katanya.
Karan itu, pihaknya masih menunggu perkembangan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 selama sepekan ini. Apabila terus mengalami kenaikan maka pihaknya akan berencana kembali menerapkan pengetatan sosial.
“Kami lihat dulu jumlah kasus dalam satu minggu ini, karena memang dalam dua hari ini penambahan jumlah kasus mencapai lebih dari 100 dalam sehari,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarti menjelaskan, ada empat kriteria yang harus dipenuhi dalam mengambil kebijakan penerapan PSBB.
Yakni, tingkat kematian harus di atas rata-rata tingkat kematian secara nasional. Kemudian tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional. Lalu, tingkat kasus aktif di atas tingkat rata-rata kasus nasional dan terakhir, tingkat keterisian rumah sakit seperti ICU sudah di atas 70 persen.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Balikpapan Naik, Satgas Minta RS Rujukan Tambah Tempat Tidur
“Untuk saat ini, berdasarkan laporan yang ada tingkat kematian di Kota Balikpapan sudah mencapai 4 persen di atas rata-rata nasional yakni 3 persen. Lalu, untuk tingkat kesembuhan masih sama dengan level nasional yakni sebesar 80 persen,” aku Dio.
Kemudian, tingkat kasus aktif hanya 15 persen di bawah angka nasional 28 persen. Sedangkan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit sudah mencapai 93 persen, di atas rata-rata nasional yakni 70 persen.
“Memang ada yang di atas, tapi ada juga yang masih di bawah,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Dukung Gelaran MotoGP Mandalika Berkelanjutan, BRI Perkuat Waste Management Melalui BRI Peduli
-
BRI dan KPK Bersinergi Cetak Penyuluh Antikorupsi
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu