SuaraKaltim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memberi izin pasar ramadan digelar tahun ini. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Samarinda Erham Yusuf menyebut, penjual diimbau untuk menutup bagian depan dengan plastik atau semacamnya.
Tujuannya, agar virus corona tidak menyebar dan menekan peningkatan kasus Covid-19. Melalui penerapan protokol kesehatan untuk tetap menjaga jarak, tidak ada kontak langsung antara pedagang dan pembeli dilaksanakan.
Termasuk benda milik penjual harus steril. Alias tak boleh disentuh pembeli atau orang lain. Di antaranya seperti sendok atau penjepit makanan.
“Yang boleh megang itu hanya penjualnya saja. Nantinya pembeli tinggal tunjuk mau yang mana, penjual lah yang mengambilkan apa yang ingin dibeli,” ungkap Erham kepada awak media, belum lama ini, dilansir dari Kaltimtoday.co—media jaringan Suara.com.
Aturan itu dengan pertimbangan agar meminimalisasi penyebaran Covid-19 dari barang-barang yang dipakai oleh si penjual.
Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 melalui media barang-barang yang dimiliki oleh penjual tersebut.
“Kami ingin, terutama para penjual dan pembeli harus tetap terlindungi dari Covid-19,” bebernya.
Para penjual yang hadir pun memahami dan sadar bahwa apa yang diatur adalah demi kebaikan seluruh pihak. Sebab mencegah lebih baik daripada mengobati.
“Saya pikir tidak jadi persoalan karena itu demi kebaikan mereka juga kan,” tandasnya.
Baca Juga: Update Pembagian BLT UMKM 2021 di Samarinda, Menunggu Arahan Pemprov Kaltim
Berita Terkait
-
Bentrokan Berdarah di Samarinda, Polisi Temukan Peluru Gotri di TKP
-
Konflik Berdarah di Palaran Samarinda, Enam Terluka, Satu Meninggal Dunia
-
Update Pembagian BLT UMKM 2021 di Samarinda, Menunggu Arahan Pemprov Kaltim
-
THM di Samarinda Berani Buka Saat Ramadan? Ini Sanksi yang Menanti
-
Tiga Hari Sebelum Ramadan, THM di Samarinda Harus Tutup
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Empat Bocah Selamatkan Bekantan, BKSDA Samarinda Sampaikan Terima Kasih
-
Asap Karhutla Kuning Masih Selimuti Palangkaraya, Ganggu Jarak Pandang
-
Pria di Samarinda Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Ancam Orang Tua Pakai Parang
-
Pria 56 Tahun di Samarinda Ditemukan Bersimbah Darah, Lengan Nyaris Putus
-
Minta Maaf, Ajudan Gubernur Kaltim yang Dinilai Arogan Tetap Diperiksa