Dalam mengimplementasikan Program Tol Laut, Kemenhub melibatkan beberapa kementerian dan lembaga. Keberhasilan program angkutan tol laut tak hanya dilihat sebatas pengangkutan logistik dari pulau Jawa ke wilayah Timur Indonesia, melainkan juga harus diikuti dengan muatan balik dari pelabuhan tujuan.
Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Perak Arif Toha menyebut perlunya upaya sosialisasi yang masif terkait muatan balik.
Arif Toha mengatakan bahwa Kabupaten Morotai, Maluku Utara merupakan daerah yang dinilai baik dalam hal muatan balik produk-produk lokal hasil perikanan dan perkebunan ke Surabaya.
Sementara itu, banyak Pemda termasuk pelaku usaha di daerah banyak yang belum memanfaatkan kapal tol laut ini. Hal itu bisa dilihat dari volume muatan balik kapal tol laut yang masih rendah. Kapal tol laut yang berpangkalan di Surabaya ada beberapa yang kembali dalam keadaan kosong dan tak membawa muatan sama sekali.
Padahal, kata Arif, biaya pelayaran atau freight kapal tol laut disubsidi. Hal tersebut dianggap menguntungkan bagi pelaku usaha maupun masyarakat di daerah penghasil komoditas jika dibandingkan dengan menggunakan layanan kapal komersial.
Menurut data Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, realisasi pelayaran dan muatan Tol Laut logistik TA 2021 s/d 10 April 2021 tercatat total muatan berangkat sebanyak 3502 TEUs, sedangkan total muatan balik 1191 TEUs.
Untuk meningkatkan muatan balik kapal Tol Laut, OP Tanjung Perak akan menggelar Tol Laut Expo. Ajang ini dirancang untuk mempertemukan para pembeli atau eksportir asal Surabaya dengan pelaku usaha serta Pemda terkait di beberapa daerah yang menjadi tujuan kapal Tol Laut.
“Dengan event itu, diharapkan bisa menjadi komunikasi dua arah dan saling menguntungkan. Calon pembeli di Tanjung Perak bisa langsung menyampaikan apa komoditas yang dibutuhkan dan dicari di pasar ekspor. Sebaliknya, Pemda dan produsen di daerah bisa menawarkan berbagai produk unggulan daerahnya, dan bisa memanfaatkan kapal tol laut untuk mengangkut dagangannya ke Tanjung Perak Surabaya,” katanya.
Semua pemangku kepentingan, termasuk Pemda dan pelaku usaha, khususnya di daerah 3TP terus didorong untuk bisa menggerakkan perekonomian dengan memanfaatkan Program Tol Laut.
Baca Juga: Jokowi Reshuffle Kabinet Pekan Ini, Siapa Menteri yang Bakal Dicopot?
Dengan meningkatnya konektivitas antar daerah melalui Tol Laut maka disparitas atau kesenjangan harga barang, terutama kebutuhan pokok di wilayah Barat dan Timur Indonesia tidak terjadi lagi. Hal ini selaras dengan tujuan Presiden Jokowi yang ingin mewujudkan Poros Maritim Dunia. (Antara)
Berita Terkait
-
Jokowi Reshuffle Kabinet Pekan Ini, Siapa Menteri yang Bakal Dicopot?
-
Jokowi Teken Keppres Cuti Bersama Libur Lebaran dan Natal 2021
-
Disebut Berbahaya Jerumuskan Jokowi, Mensesneg Pratikno Layak Di-Reshuffle
-
Mirip Yangyang NCT, Netizen Dorong Kaesang Debut Idol
-
Eko Prasetyo Divonis Mati, Bunuh Saudara Presiden Jokowi dengan Dibakar
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
37 Orang Ditangkap Terkait Dugaan Pencurian Kabel Modus Gali Jalan di Samarinda
-
Empat Bocah Selamatkan Bekantan, BKSDA Samarinda Sampaikan Terima Kasih
-
Asap Karhutla Kuning Masih Selimuti Palangkaraya, Ganggu Jarak Pandang
-
Pria di Samarinda Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Ancam Orang Tua Pakai Parang
-
Pria 56 Tahun di Samarinda Ditemukan Bersimbah Darah, Lengan Nyaris Putus