SuaraKaltim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memutuskan untuk mengaktfikan layanan on call di setiap puskesmas yang berada di Kota Tepian itu. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Sugeng Chairuddin mengemukakan, nantinya dalam layanan on call tersebut, konsultasi antara pasien isoman dengan tenaga kesehatan (nakes) puskesmas bisa dilakukan via telepon atau aplikasi perpesanan WhatsApp.
“Maksudnya agar warga yang terpapar Covid 19 dengan gejala ringan tidak perlu lagi harus datang ke rumah sakit atau puskesmas, tapi cukup isolasi mandiri di rumah dan dibantu lewat layanan telekonsultasi oleh dokter yang ada di puskemas sesuai tempat tinggalnya,” ujarnya seperti dilansir Inibalikpapan.com-jaringan Suara.com.
Tak hanya itu, dia mengemukakan, pelayanan juga bisa sampai mendatangi rumah warga jika memang mendesak dan dibutuhkan.
“Bahkan hingga pelayanan visit perawatan di rumah jika dibutuhkan. Hal ini bagian dari strategi pemerintah dalam menekan penyebaran Covid 19 di tempat pelayanan kesehatan,”
Dengan dibukanya layanan on call di setiap puskesmas, dia mengemukakan, bisa mempermudah tim call center 112 yang hingga saat ini ikut melayani antar-jemput pasien Covid 19.
“Jadi kalau layanan on call nanti sudah aktif, maka tugas dari tim call center 112 cukup sampai mengkomunikasikan pasien ke nomor puskesmas yang bersangkutan sesuai wilayah si pasien tadi,” ujarnya
Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Aji Syarif Hidayatullah mengatakan, dalam tiga minggu terakhir intensitas warga yang menghubungi call center 112 cukup tinggi. Paling banyak dari pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Padahal, tugas tim 112 ini bukan hanya mengurusi yang terkait masalah Covid 19 saja, melainkan juga hal-hal yang bersifat darurat lainnya,” tuturnya.
Baca Juga: Sidak PPKM Darurat, Temuan Wali Kota Samarinda Bikin Gemas
Tak jarang, tim call center 112 harus ikut dalam proses penjemputan pasien yang terpapar, padahal itu bukan tugasnya.
“Kalau sampai ikut menjemput berarti jiwa kemanusian teman-teman yang tergerak. Oleh itu, kami berharap kalau layanan on call di setiap puskesmas nanti jalan setidaknya mempermudah kinerja tim 112, sehingga kalau ada keluhan yang masuk bisa langsung kami sambungkan ke nomor layanan kesehatan yang ada di puskesmas agar langsung ditindak lanjuti,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
BRILink Rieche Endah Jadi Bukti Komitmen BRI untuk Dorong Inklusi Keuangan
-
Mutilasi Wanita dengan Mandau, Suami Siri dan Temannya Dibekuk di Samarinda
-
Remittance Migrant BRI Naik 27,7%, 1,2 Juta Agen Siap Layani
-
Disorot Prabowo, Pemprov Kaltim Jelaskan soal Mobil Dinas Gubernur
-
Prabowo Sorot Mobil Dinas Kepala Daerah Rp 8 M, Pengamat: Peringatan Keras untuk Diet Anggaran