SuaraKaltim.id - Kalangan legislatif Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, menyisihkan anggaran sebanyak Rp 65 miliar guna penanggulangan wabah COVID-19 di. Alokasi ini disisihkan dari Anggaran Pendapatan dan Belajar Daerah (APBD) Kota Balikpapan pada tahun depan.
“Sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri, anggaran penanganan wabah COVID-19 tetap harus disiapkan,” kata Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh di Balikpapan menyadur dari ANTARA, Sabtu (27/8/2021).
Dalam Surat Edaran Mendagri Tito Karnavian mengirimkan instruksi kepada pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi se Indonesia.
Anggaran dana untuk penanganan wabah COVID-19, itu dimasukkan dalam mata anggaran dana tidak terduga (DTT). Besaran alokasi yang diinstruksikan sebesar 5 persen dari total jumlah APBD.
Dengan Rencana APBD 2022 sebesar Rp1,3 triliun, maka Balikpapan menyisihkan Rp 65 miliar untuk penanganan COVID-19.
Menurut Abdulloh, dana tersebut, sesuai judul mata anggarannya, disiapkan guna kebutuhan mendadak dan darurat.
Dengan adanya mata anggaran terpisah untuk penanganan COVID-19 maka kebutuhan dana penanganan COVID-19 tidak lagi mengganggu pos-pos dana-dana yang dibutuhkan untuk pembangunan lainnya.
“Jadi kita tidak perlu lagi refocusing, atau menyisihkan di sana-sani dari anggaran yang ada,” lanjut Abdulloh.
Proses refocusing dengan menyisir satu per satu mata anggaran adalah proses yang membutuhkan ketelitian dan kejelian penghitungan ulang, dan benar-benar memakan waktu dan tenaga untuk melakukannya.
Baca Juga: Kasus Kesembuhan Covid-19 di Kaltim Terus Meningkat, Hari Ini Ada 1.267
Saat ini, di Balikpapan tren jumlah pasien positif menurun dan jumlah warga yang divaksin mencapai 30 persen lebih atau hampir 200 ribu orang dari 600 ribu penduduk.
Kepala Dinas Kesehatan dr Andi Sri Juliarty mengatakan dengan kecepatan vaksinasi sekarang, maka target angka 80 persen vaksinasi Balikpapan bisa tercapai Desember mendatang.
Dengan laju penularan COVID-19 sudah bisa ditekan sebelum tahun baru 2022.
"Anggarannya tetap kita siapkan, karena kita belum tahu pasti, mungkin saja kemungkinannya kasus meningkat lagi dan kita butuh dana ekstra untuk berbagai keperluan penanganan," demikian Abdulloh. (ANTARA)
Tag
Berita Terkait
-
Pedagang Masih Bandel Jualan di Luar Pasar Pandansari, Wali Kota Ancam Ambil Langkah Hukum
-
Wali Kota Balikpapan Minta Pekerja Asal Luar Kota Dikarantina 2 Minggu Sebelum Bekerja
-
Terancam Defisit Rp 412 Miliar, Pemkot Balikpapan Pangkas Kegiatan Tidak Prioritas
-
Siapa Kuat Risti Utami Atau Haji Baba Dampingi Wali Kota Rahmad Mas'ud Pimpin Kota Minyak?
-
Bertambah 1.716 Orang, Balikpapan Sumbang Kasus Tertinggi Covid-19 di Kaltim
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Kabar Bantuan Iuran BPJS Warga Samarinda Dihentikan, Pemprov Kaltim Klarifikasi
-
Tolak Kebijakan Pemprov Kaltim soal Iuran JKN, Wali Kota Samarinda: Tidak Adil!
-
Penetapan Tersangka Dipertanyakan, Kasus Muara Kate Diduga Ada 'Kambing Hitam'
-
Pemprov Kaltim Alihkan 49 Ribu Peserta BPJS, Pemkot Samarinda Menolak!
-
Keterlibatan Keluarga Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud di Berbagai Posisi Strategis