SuaraKaltim.id - Industri halal terus membuktikan eksistensinya yang kerap kali menjaring banyak konsumen. Di Indonesia dengan penduduk yang mayoritas memeluk agama Islam ini otomatis menumbuhkan potensi pengembangan industri halal.
Dalam perekonomian, industri halal berhasil menyumbang pengaruh besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dan terciptanya lapangan kerja. Pada 2020, misalnya. Indonesia menduduki peringkat ke-4 seluruh sektor industri halal dunia dalam indikator Global Islamic Economy. Ada 4 sektor yang memengaruhi, yakni makanan, fesyen, kosmetik dan farmasi, pariwisata, keuangan, dan media rekreasi.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Darmansjah mengungkapkan bahwa, Kaltim dengan penduduk mayoritas Muslim dengan populasi sebanyak 3,32 juta jiwa atau 87,41 persen punya kesempatan untuk terlibat dan menggerakkan industri halal di sektor makanan, fesyen, dan pertanian. 3 sektor ini juga bisa bertahan di tengah pandemi.
Upaya untuk menjadikan Kaltim sebagai produsen industri halal utama di Indonesia pun ada. BI juga telah melakukan beberapa hal. Di antaranya yakni mengembangkan kerangka kebijakan blueprint Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar).
Baca Juga: Sedih, 50 Persen Penyandang Disabilitas di Kaltim Tak Sekolah, Pergub Pendidikan Inklusif?
Di EKSyar, ada 3 hal krusial yakni implementasi ekosistem halal value chain (HVC), pengembangan instrument keuangan syariah, dan integrasinya dengan keuangan sosial syariah sebagai alternatif pembiayaan, serta kampanye keilmuan dan peningkatan literasi EKSyar.
Selain itu, BI Kaltim juga sudah melakukan penguatan ekosistem HVC melaluo pengembangan UMKM Syariah dan pengembangan kemandirian ekonomi pondok pesantren (ponpes).
“Pada 2021, BI Kaltim telah memfasilitasi sertifikasi 14 UMKM dan membina 5 UMKM syariah untuk lolos melalui seleksi ketat Industri Kreatif Syariah (IKRA),” bebernya melansir dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Kamis (16/12/2021).
Lebih lanjut, IKRA adalah insiasi dari BI dan Yayasan Vivi Zubedi Indonesia demi membangun ekosistem berkelanjutan untuk pengembangan produk usaha syariah di Indonesia. IKRA sendiri meliputi pengembangan usaha syariah secara holistik. Termasuk pengembangan kapasitas, penguatan branding, penguatan marketing, dan penyediaan outlet pasar dalam dan luar negeri.
Sedangkan untuk pengembangan produk pesantren, BI turut memberikan dukungan ke kelembagaan kepada pesantren. Yakni lewat pembentukan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) yang menaungi unit usaha dan bisnis yang dimiliki pesantren di wilayah Kaltim.
Baca Juga: Irwan Fecho Siap Melenggang Maju Jadi Bacalon Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim
“Dengan terbentuknya HEBITREN, diharapkan tercipta HVC antar pesantren. Sehingga pesantren dapat memenuhi kebutuhan satu sama lain dan terjadi peningkatan skala ekonomi usaha pesantren,” lanjutnya.
Berita Terkait
-
UMK Academy Berikan Begitu Banyak Manfaat Bagi UMKM, Termasuk Kirim Produk Go Global!
-
Produk UMKM Bisa Go Global Lewat Pertamina UMK Academy
-
Penyaluran KUR Pekerja Migran Pindah ke BP2MI: Ini Kata Menteri UMKM
-
Ikut Antre Open House, Eks Karyawan Bongkar Sifat Rano Karno
-
PKT Buka Posko Mudik BUMN di Bandara Sepinggan
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
APBD Terpangkas Rp 300 Miliar, Pemkab PPU Matangkan Program Kartu Cerdas
-
Libur Lebaran di Beras Basah: 3.000 Pelancong, Mayoritas Wisatawan Lokal
-
Harga Sewa Kapal ke Pulau Beras Basah: Mulai Rp 550 Ribu, Ini Daftarnya!
-
Dua Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Awards 2025 Sukses Diboyong BRI
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN