SuaraKaltim.id - Pekerjaan proyek sumur bor di Kelurahan Loktuan senilai Rp 2,4 miliar di tahun anggaran 2021 gagal selesai. Kontraktor hanya mampu menyelesaikan pekerjaan sekitar 46 persen.
Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air, Dinas PUPR Kota Bontang, Edy Suprapto, mengatakan kontraktor tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak kerja. Dengan begitu, proyek tersebut dibatalkan dan Kontraktor dikenakan sanksi sebanyak 5 persen.
"Pengerjaan tidak selesai. Akhirnya proyek dibatalkan dan kontraktor didenda," katanya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Jumat (31/12/2021).
Lebih lanjut, PUPRK membeberkan beberapa pengerjaan yang terlambat karena ketersediaan material yang belum datang. Sedangkan, material yang sudah dipesan dan belum datang akan dimanfaatkan pada proyek di tahun yang akan datang.
"Kita ajukan kontraktor yang gagal ini untuk di-black list. Cuman nanti akan ada tim tersendiri yang menilai itu," terangnya.
Di pekerjaan lainnya, pengerjaan Jalan Asmawarman yang semula sepanjang 1 kilometer hanya bisa dilaksanakan separuhnya di 2021. Semula jalan penghubung Kelurahan Telihan dan Kanaan ini dianggarkan Rp 10,5 miliar dengan panjang jalan 1 kilometer dan dibangunkan saluran drainase.
Belakangan, lelang proyek ini batal. Sehingga pemerintah harus melelang 540 meter atau separuh dari skema awal karena pertimbangan waktu kerja. Kepala Bidang Binamarga PUPRK Bontang, Anwar Nurddin mengatakan, proyek jalan itu hanya senilai Rp 2,6 miliar.
"Iya, sisanya tidak terserap. Sangat disayangkan. Sekira Rp 7,9 miliar tidak terserap," ucap Anwar.
Sementara, untuk kelanjutan proyek itu tidak akan berjalan pada 2022 mendatang. Padahal, anggaran itu akan cukup memperbaiki 1,05 kilo meter dan drainase penyebab banjir.
Baca Juga: Pembawa Sabu 1 Kilogram di Tanjung Laut Bontang Divonis 10 Tahun, Denda Rp 1 Miliar
"Kita usulkan lagi di 2023 mendatang. Makanya yang terserap itulah yang dimanfaatkan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
Terkini
-
BRI Salurkan KPP Rp12 Triliun Kepada 83.210 Debitur Hingga September 2026
-
BRI dan Komitmen Membangun Ekosistem Olahraga Indonesia yang Berkelanjutan
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim