SuaraKaltim.id - Anggota Kepolisisan Tim Anti Bandit Polsek Sungai Kunjang berhasil membekuk komplotan pencurian yang telah melancarkan aksinya di 10 lokasi berbeda.
Kasus tersebut terungkap saat petugas menerima dua laporan pencurian sebuah telepon genggam di wilayah hukum Sungai Kunjang. Yakni di Jalan MT Haryono Kelurahan Karang Anyar, pada Minggu (9/1/2022) dan di Jalan Slamet Riyadi Kelurahan Karang Asam Ilir pada Senin (10/1/2022).
Usai mengantongi sejumlah informasi, Tim Anti Bandit pun segera melakukan penyelidikan serta mencari alat bukti di beberapa TKP. Dari hasil penyelidikan tersebut, petugas akhirnya berhasil mengetahui identitas pelaku yang berjumlah tiga orang.
Dari tiga orang tersebut, diketahui bahwa salah satu di antaranya yakni Syamsudin alias Cancu (46) merupakan residivis dengan kasus yang sama. Sedangkan dua pelaku lainnya, yakni Fahrurozy alias Ozi (19) merupakan adik ipar dari Cancu lalu Rizqi Ilham Prayoga (22) rekan dari kedua pelaku.
Ketiganya pun berhasil dibekuk Tim Anti Bandit di dua tempat berbeda. Rizqi dan Cancu di kawasan Jembatan Mahulu Loa Buah, sementara Ozi diringkus di Jalan Cendana.
Dari tangan ketiganya, polisi juga mengamankan telepon genggam, obeng pipih, sebilah parang berukuran sekitar 30-35 cm dan satu unit sepeda motor yang digunakan saat beraksi.
"Ketiga pelaku ini punya peran masing-masing. Cancu dan Ozi sebagai eksekutor sedangkan Rizqi berjaga di luar untuk melihat situasi sekitarnya," kata Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Made Anwara melalui Kanit Reskrim Ipda Roni Wibowo, melansir dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Minggu (16/1/2022).
Dalam aksi pencurian tersebut, ketiganya berhasil menggasak uang tunai sebesar Rp 6 juta, 2 buah telephone genggam, 2 pasang sepatu customer dan 4 bungkus kopi dagangan.
"Total kerugian Rp 15 juta. Nah dari laporan ini kami bergerak melakukan penyelidikan dan terungkaplah pelakunya sama dan beraksi di 10 TKP," bebernya.
Baca Juga: Vaksinasi Anak di Samarinda Sudah 95 Persen, Target Penyelesaian di Akhir Januari
"Ya, mereka ini mobile beraksinya, kalau dia lihat ada rumah sepi, mereka masuk, dengan merusak gembok rumah, warung, toko sembako, loaundry. Setelah masuk mereka ambil barang berharga, tetapi kebanyakan handphone dan uang," sambungnya.
Ia juga mengungkapkan, dari pengakuan para komplotan tersebut, mereka telah melancarkan aksinya sejak bulan Desember 2021
"Dari Desember mereka sudah beraksi di 10 TKP. Hasil curian mereka biasanya menjual melalui facebook dengan harga bervariasi mulai Rp 1,1 juta hingga Rp 1,2 juta," imbuhnya.
Selain itu, Ipda Roni juga akan berkoordinasi dengan polsek-polsek jajaran, terkait dugaan adanya TKP di luar Polsek Sungai Kunjang.
"Iya, pengakuan mereka kan 10 TKP saja, tetapi kami tetap koordinasi dengan polsek jajaran, kemungkinan ada tambahan TKP," sebutnya.
Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, ketiga pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat 2 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman paling lama 9 tahun kurungan penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Didemo Ribuan Massa Kaltim, Gubernur Rudy Mas'ud Ucapkan Terima Kasih
-
Komunitas Pers Kutuk Intimidasi Jurnalis saat Aksi 21 April di Kantor Gubernur Kaltim
-
Demo Ribuan Massa Sempat Tak Digubris, Gubernur Rudy Mas'ud Akhirnya Buka Suara
-
7 Fraksi DPRD Kaltim Setuju Gulirkan Hak Angket Usut Kebijakan Rudy Mas'ud
-
Demo 21 April Ricuh, Massa Desak DPRD Kaltim Evaluasi Gubernur Rudy Mas'ud