SuaraKaltim.id - Pemkot Balikpapan harus menunda pembangunan Rumah Sakit Tipe C di Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat. Penundaan itu bukan tanpa alasan, lantaran tahun ini Pemkot Balikpapan tengah fokus pada tahapan analisa dampak lingkungan.
"Tahapannya belum sampai. Kan tahapannya itu amdal dulu, analisa lalulintas, manajemen konstruksi, baru ke pembangunan fisik. Tahun 2023 baru dimulai pengerjaan fisiknya," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty, Kamis (14/9/2022).
Ditambahkan wanita yang kerap disapa Dio itu, pengerjaan konstruksi rumah sakit mesti sesuai dengan prosedur. Pembangunan fisik tidak boleh dijalankan kalah belum mengantongi amdal hingga manajemen konstruksi (MK).
"Fisik tidak boleh dibangun kalau amdal belum selesai. Kita masih melakukan kajian amdal dan MK. Ada tahapannya membangun rumah sakit. Kita tunggu saja semua masih berproses," terangnya.
Di sisi lain warga sampai saat ini belum ada pengosongan lahan tersebut. Padahal sejatinya Pemkot Balikpapan memberikan waktu hingga 10 September lalu. Kendati demikian Dio berharap kesadaran itu bisa hadir dalam diri warga.
"Kalau lahan diharapkan masing-masing secara sadar untuk keluar sendiri. Jadi bukan pemerintah yang mengosongkan. Dimohon kesadaran masing-masing. Memang arahan Pak Wali Kota itu pendekatan persuasif. Supaya warga memang sadar mengosongkan sendirinya," tambahnya.
Sementara itu Kepala Satpol PP Balikpapan Zulkifli menegaskan hingga saat ini warga mulai beritikad baik. Seperti mengambil uang santunan yang disediakan pemerintah melalui RS Sayang Ibu Balikpapan Barat. Sebelumnya baru 5 KK yang mengambil dana santunan itu.
"Sekarang sudah bertambah. Kemarin ada delapan KK yang ambil uang santunan. Dari 17 KK sudah ada tambahan 8, kemarin kan baru 5," kata Zulkifli, kepada jurnalis media ini.
Sementara 4 KK lainnya yakni warga yang memang bersikukuh untuk menggugat Pemkot Balikpapan. Mereka antara lain Ismir, H.Sardi, Dewi dan Kandarudin.
Baca Juga: Walikota Cilegon Klarifikasi Ke Menteri Agama Soal Penolakan Pendirian Gereja
Sebelumnya, perwakilan warga yakni Kandarudin tak pernah menolak terkait rencana Pemkot Balikpapan membangun rumah sakit. Karena menurutnya rumah sakit di Balikpapan Barat sangatlah diperlukan untuk melayani masyarakat.
Hanya saja dia ingin Pemkot Balikpapan memakai cara yang bijak dalam mengambil keputusan. Bahkan menempuh jalur mediasi pun dia sangat setuju.
"Kita siapa sih yang tidak setuju rumah sakit, tapi tidak begitu caranya. Ada hak orang. Kita setuju aja mediasi. Jangan langsung eksekusi begitu. Kita resah. Ayo cari jalan luar. Kita layani, kita mendukung 99 persen dibangun rumah sakit. Tapi kan ada caranya. Kalau memang benar silahkan diuji di pengadilan," katanya.
Kontributor: Arif Fadillah
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda
-
PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas
-
Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya
-
Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%