SuaraKaltim.id - Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya memastikan layanan pengurusan SIM bebas pungutan liar (Pungli).
Perwira dua melati ini meminta masyarakat untuk melaporkan apabila mengetahui adanya praktik pungli di lingkungan kepolisian Bontang.
Hal itu ia sampaikan belum lama ini. Ia menjelaskan, akan ada hukuman tegas soal pungli jika benar ada yang didapat.
"Kami akan tindak tegas kalau kedapatan. Karena, pelayanan SIM itu untuk masyarakat. Jadi jangan sampai ada yang mengambil keuntungan," katanya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Minggu (30/10/2022).
Kapolres Yusep mengatakan, setiap pemohon wajib mengikuti seluruh prosedur. Mulai dari pendaftaran, pembayaran, ujian praktek, ujian teori, hingga mendapatkan SIM.
Ia juga meminta masyarakat harus bisa jadi agen pencegahan adanya pungli di wilayah Bontang saat pengurusan SIM.
"Masyarakat juga bisa menjadi agen pencegahan. Jangan memberikan uang kepada petugas. Jadi bisa sama-sama mencegah," terangnya.
Untuk diketahui saat ini Polres Bontang juga tengah bersiap menjalankan program perpanjangan SIM melalui online.
Apalagi katanya, dengan aplikasi yang sudah disiapkan dan terintegrasi langsung. Kendati demikian, khusus wilayah Polda Kaltim, yang bisa langsung mengurus via online.
Baca Juga: Catat! Lokasi SIM Keliling Subang Sabtu 29 Oktober 2022
"Kedepannya kita akan perbaiki semua pelayanan yang ada. Yang jelas kita tetap harus berantas pungli," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA