SuaraKaltim.id - Keberadaan proyek pengendalian banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal di Balikpapan masih berjalan.
Setelah menyelesaikan di Jalan MT Haryono (Global Sport), pengerjaan berfokus di titik Jalan MT Haryono tepatnya di depan iColor hingga lampu merah Telkom Ringroad Balikpapan.
Beberapa alat berat terparkir di depan ruko untuk mengerjakan proyek senilai Rp 136 miliar tersebut. Tak hanya alat berat, material juga diparkiran di depan ruko.
Sehingga ruko seperti iColor tak terlihat karena tertutupi material beton pelebaran parit tersebut. Kondisi ini sangat dikeluhkan Akhmad Fadly, Head Store iColor.
Ia mengaku sangat terganggu dengan adanya proyek tersebut. Selain kondisi jalan yang berdebu, jalan yang macet, hingga tempat parkir yang menjadi sempit membuat customer mengurungkan niatnya datang.
"Karena ada pengerjaan itu jalan sangat macet. Dan debunya menganggu juga, karena customer jarang sekali ke sini jam makan siang atau jam pulang kerja. Biasanya jam ramai jam siang dan sore. Kalau malam kadang jalan masuk kita tertutup," jelasnya, Rabu (16/08/2023).
Kondisi tersebut juga membuat omset tempat service device apple itu menurun signifikan. Terhitung sejak empat bulan terakhir hampir menyentuh 40 persen penurunan omset.
"Bikin omset kita berkurang. Normal itu Rp 250 juta sebulan. Sekarang Rp 180 juta sebulan maksimalnya. Jarang banget sampai Rp 200 juta," tambah Fadly.
Baca Juga: Dipetakan Berdasarkan Kecamatan, 78 Destinasi di Balikpapan Diharap Aktif di Pariwisata dan Ekraf
Fadly pun mencari cara bagaimana agar usaha yang dijalankannya itu bisa mendapatkan pemasukan. Yakni menjemput device yang hendak di servis ke rumah customer.
"Beberapa kali kami pick-up ke rumah customer. Kadang mereka kirim pakai jasa ojek online. Karena Jalan di sini mulai macet. Berdebu banget itu yang berfikir keras customer untuk datang," ungkap Fadly.
Fadly pun sampai saat ini bingung mau mengadu kemana. Karena selama ini dia kesulitan untuk mengubungi pimpinan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Terakhir mereka sekadar datang untuk memberikan surat pemberitahuan saja.
"Mau memindahkan plang kita dan tiang listrik. Kalau mereka mau pindahkan silahkan tapi harus izin. Ternyata plang disuruh kita yang pindahkan jadi kita keberatan. Karena kan mereka yang mengerjakan," katanya.
Kendati demikian Fadly sebagai warga Balikpapan bersyukur ada penanganan banjir di kota kelahirannya. Namun dia mengeluhkan cara kerja proyek tersebut yang tak bersahabat dengan pelaku usaha.
"Kita tahu di sini kondisi banjir. Kebaikan kita juga kan di sini memang rawan banjir. Seperti bisa mengurangi banjir untuk buat kota kita indah. Cuma prosesnya saja," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan