SuaraKaltim.id - Kerajinan manik-manik adalah salah satu kerajinan khas dari Suku Dayak di Kalimantan Timur (Kaltim). Rupanya, kerajinan manik-manik ini memiliki sejarah yang cukup panjang dan diyakini sudah ada sejak ribuan tahun silam.
Lantas apa sebenarnya kerajinan manik-manik itu? Dikutip dari Repositori Kemendikbud, manik-manik adalah sebuah benda kecil, indah dan rumit yang biasanya berbentuk bulat.
Biasanya manik-manik ini dilubangi dan dironce menjadi suatu perhiasan atau menghiasi suatu benda. Manik-manik dibuat dari berbagai bahan seperti kerang, tulang, gading, kayu, getah kayu, biji-bijian, merjan, terakota atau keramik, logam, kaca, dan batu.
Jenis bahan tersebut dapat dibedakan menjadi bahan olahan dan bahan alami. Bahan olahan merupakan jenis bahan yang dapat dijadikan sumber bahan yang siap pakai.
Terlebih bahan itu telah mengalami proses olahan lebih lanjut, baik berupa penambahan maupun
pengurangan elemen-elemen lain seperti logam, kaca, terakota (keramik).
Sementara bahan alami merupakan bahan-bahan yang diperoleh langsung dari alam tanpa menambah atau mengurangi unsur lain, seperti batu, kayu, kerang, tulang, gading, gigi binatang, dan biji-bijian.
Sehingga bahan tersebut dapat dibentuk menjadi manik-manik dengan warna-warna kontras seperti merah, kuning, biru, putih, dan hitam.
Sampai saat ini tradisi penggunaan manik-manik masih berlangsung, dan hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenal akan manik-manik ini sebagai perhiasan.
Di Suku Dayak sendiri, manik-manik ini biasanya dipakai sebagai perhiasan maupun untuk kelengkapan upacara-upacara keagamaan atau adat.
Baca Juga: Murah Meriah dan Banyak Digemari, Ini 3 Oleh-oleh Khas Kaltim
Namun kini olahan manik-manik ini sudah dibuat menjadi banyak jenis seperti tas, gantungan kunci, dan topi yang bisa dijadikan oleh-oleh unik khas dari Suku Dayak.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Dugaan Korupsi Batu Bara Perumda Varia Niaga Samarinda, Negara Rugi Rp30,9 Miliar
-
Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB
-
Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit
-
Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling