SuaraKaltim.id - Pemutusan kontrak kerja kontraktor pelaksana proyek pembangunan ruang kelas di SMP Negeri 1 Bontang berimbas dengan jadwal belajar murid di sekolah.
Pihak sekolah pun akhirnya tetap melanjutkan skema pembelajaran yang dibagi menjadi 2 waktu hingga 2024 mendatang.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bontang Riyanto mengatakan, para peserta didik sudah menunggu untuk menggunakan ruangan kelas baru yang dibangun pada 2023 ini.
Namun, apalah daya, proyek yang menelan biaya Rp 6,6 miliar dan dikerjakan oleh CV Amra Mandiri dihentikan. Lantaran, progres yang sudah minus mencapai 20 persen.
Minus 7 Kelas
Alasan penambahan ruang kelas baru itu dikarenakan jumlah kelas masih belum cukup. Saat ini total Rombongan Belajar (Rombel) sebanyak 25. Sedangkan, ruang kelas hanya tersedia 18 ruangan.
"Artinya kita masih lanjutkan skema 2 shift. Padahal kita berharap sudah ini selesai dan semua bisa merasakan sekolah di satu waktu," ucap Riyanto, disadur dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Selasa (12/12/2023).
Imbas dari ruangan kelas yang digunakan bergilir, pihak sekolah terpaksa memangkas jam belajar para murid. Semula 1 mata pelajaran dibutuhkan 40 menit, kini dipangkas 10 menit agar rombongan kelas lainnya tak lama menunggu.
Kepada wali murid dirinya meminta pengertian karena skema sekolah masih menggunakan shift. Dirinya juga memastikan proses belajar mengajar akan tetap berlangsung maksimal meski dengan keterbatasan ruangan.
Baca Juga: Ada 5 Orang Anggota Satpol PP Bontang Positif Sabu, 4 TKD, 1 ASN
"Kepada wali murid kami minta bersabar. Pembelajaran terpaksa tetap 2 shift karena bangunan sekolah ternyata belum selesai," sambungnya.
Mengkonfirmasi hal itu, Disdikbud Bontang mengupayakan pengerjaan RKB baru tetap bisa dikerjakan. Meski diputus kontrak, pelaksana pengerjaan diminta menyelesaikan atap dan lantai dasar bangunan.
Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang Nurhadi mengaku, pada 2024 nanti lantai dasar bisa di gunakan. Meski begitu usulan itu masih akan dipertimbangkan terlebih dahulu.
Mengingat di bagian atap belum sepenuhnya rampung dikerjakan oleh kontraktor yang sudah diputus kontraknya per Selasa (12/12/2023) ini.
"Kita upayakan bisa terpakai lah yang lantai dasar. Cuman melihat situasi dan kondisi nanti," lugas Nurhadi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas