SuaraKaltim.id - Desa Sabintulung merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim).
Desa ini memiliki sebuah sumur yang dipercayai sebagai peninggalan dari Kerajaan Kutai. Desa Sabintulung ini menjadi salah satu tanah sakral yang tertua di wilayah Kerajaan Kutai.
Desa ini juga memiliki cerita turun-temurun yang menjadi legenda asal usul nama dari Desa Sabintulung sendiri.
Dikutip dari buku Serpihan Cerita Rakyat Kalimantan Timur, asal-usul nama desa ini berkaitan semasa Kerajaan Kutai Kartanegara dipimpin Sultan Aji Mangkunegoro.
Kala itu, punggawa kerajaan bernama Adipati Notek diperintah Sultan membangun sebuah kampung di daerah yang bernama Sabintulung untuk mendapatkan penghasilan tambahan kerajaan.
Adipati Notek diperintah membuka hutan di daerah Sabintulung untuk dibangun kampung yang dikepalai Adipati Notek sendiri.
Kemudian, kerajaan akan menarik upeti dari hasil pertanian mereka. Di zaman dahulu, Desa Sabintulung ini dikenal dengan nama Membatang.
Pada zaman itu, setelah panen padi, laki-laki dan perempuan di daerah Membatang bergotong-royong membuat jalan supaya dapat dilewati pejabat kerajaan yang akan mengambil upeti. Mereka sangat setia kepada Kerajaan.
Nama Sabintulung sendiri berasal dari pemberian Sultan yang berarti "saban-saban menulung" atau setiap saat selalu menolong Sultan.
Baca Juga: Prabowo Bakal ke Kaltim, Silaturahmi dengan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura
Dahulu, Sultan Kutai Kartanegara sering meminta bantuan orang-orang di Desa Sabintulung untuk mengatasi permasalahan Kerajaan, terutama masalah adu kekuatan.
Saat ini, Desa Sabintulung menjadi salah satu desa yang masih tetap melestarikan adat istiadat leluhurnya.
Di 2022 lalu, pesta Erau Kerajaan Kutai mulai diadakan di Desa Sabintulung. Erau sendiri merupakan festival adat yang menjadi warisan dari leluhur Kerajaan Kutai.
Kontributor: Maliana
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan
-
Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda
-
PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas
-
Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya