SuaraKaltim.id - Petani di Kalimantan Timur (Kaltim) secara umum disebut semakin sejahtera. Hal itu ditandai dengan kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 0,77 persen, yakni dari 130,91 pada Desember 2023, naik menjadi 131,68 pada Januari 2024.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana, kenaikan NTP disebabkan indeks harga yang diterima petani naik.
"Kenaikan NTP disebabkan indeks harga yang diterima petani naik sebesar 1,44 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani hanya naik 0,66 persen," ujarnya, disadur dari ANTARA, Jumat (02/02/2024).
Angka keseimbangan NTP adalah 100, sehingga jika NTP di bawah 100 berarti petani rugi, pas 100 berarti pas-pasan, di atas 100 berarti untung, jauh di atas 100, apalagi sampai 131,68 tersebut berarti petani sejahtera.
Dia merinci per subsektor pertanian tentang perolehan NTP yang mencapai 131,68 tersebut, yakni yang paling tinggi atau paling sejahtera adalah pekebun, ditunjukkan dengan Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) mencapai 171,49.
"Disusul petani buah dan sayur-mayur dengan Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 112,32, lantas para peternak dengan Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 106,05," jelasnya.
Berikutnya adalah Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 103,67, dan yang paling kecil atau masih merugi adalah pembudidaya ikan dengan Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) di bawah 100 atau hanya 98,34.
Dia juga mengatakan, pada Januari 2024 terdapat tiga subsektor yang mengalami kenaikan NTP yaitu subsektor tanaman pangan (1,67 persen), subsektor tanaman perkebunan rakyat (1,99 persen), dan subsektor peternakan (0,20 persen).
"Sebaliknya, terdapat dua subsektor lainnya yang mengalami penurunan NTP yaitu subsektor hortikultura turun 4,37 persen dan subsektor perikanan minus 1,16 persen," kata Yusniar.
Baca Juga: Kaltim Butuh SDM Berkualitas untuk IKN, Hetifah: Pendidikan Harus Prioritas
Seiring dengan kenaikan NTP, maka untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) pada Januari 2024 juga terjadi peningkatan, yakni naik 1,22 persen sehingga menjadi 134,52, dari periode sebelumnya yang tercatat 132,90.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas