SuaraKaltim.id - Pj Gubernur Kalimantan TImur (Kaltim) Akmal Malik melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim pada Selasa (27/02/2024). Sidak ini bertujuan untuk menilai kinerja, capaian, dan target BKD.
Sayangnya, ketika Akmal Malik ke sana, mulai dari Kepala Dinas BKD, sampai 4 orang kepala bidang tidak ada di lokasi. Hal itu menjadi sorotan Akmal Malik.
"Kepala BKD tidak ada, sekretaris tidak ada, juga empat kepala bidang tidak ada," ungkapnya, melansir dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, di hari yang sama.
Akmal Malik mengatakan, kondisi ini merupakan gambaran yang nyata, dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai jajaran BKD Kaltim.
"Stafnya pun ditanya tidak ngerti," tuturnya.
Selain itu, ia juga memberikan catatan khusus terhadap rekapitulasi absensi para pegawai (BKD) Provinsi Kalimantan Timur. Bahkan, ditemukan absensi pegawai yang 22 hari tidak masuk kerja.
"Kurang lebih ada 13 orang tadi. Setelah ditelusuri, ada yang sudah meninggal dan pindah. Ini harus dibenahi," ucapnya.
Ia menegaskan, pimpinan pegawai harus menjadi contoh yang baik untuk para pegawai tingkat bawah. Mengingat, pimpinan punya tanggung jawab yang besar dalam menjalankan tugasnya.
"Ini pimpinan kepegawaian loh seharusnya menjadi contoh. Tentu pelajaran bagi kita semua. Bukan berarti ini mempermalukan siapapun. Kalau bagus kinerjanya ya kita kasih reward, kalau jelek kita beri punishment," kata Akmal Malik.
Baca Juga: Dari 181, Titik Panas di Kaltim Turun 58%, Tersisa 76 Titik
Kendati begitu, Akmal Malik menekankan kepada seluruh OPD, berkaitan dengan sistem rekapitulasi absensi yang bermasalah, harus segera dilakukan perbaikan. Terlebih, pencatatan pegawai soal cuti, izin, sakit juga harus terdata dengan baik.
"Ini teguran pertama, harus diperbaiki sistemnya. Semoga teman-teman bisa memahami setelah diberikan peringatan ini," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Jadwal Buka Puasa Samarinda dan Sekitarnya, Selasa 24 Februari 2026
-
Bos Tambang Batu Bara di Kaltim Ditahan, Disebut Rugikan Negara Rp500 Miliar
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Samarinda, Selasa 24 Februari 2026
-
Jadwal Buka Puasa Ramadan di Samarinda, Senin 23 Februari 2026
-
Dugaan Layanan Buruk Puskesmas Sebabkan Bayi Meninggal, Dinkes Kaltim Turun Tangan