Di malam harinya, para penyentangih memberi makan roh-roh orang mati dan kemudian mengantar mereka ke Gunung Lumut dengan membawa perbekalan yang antara lain adalah kerbau, babi, ayam, beras dan lain-lain.
Demikian pula para Kelalungan diantar kembali ke Teliatn Tangkir Langit. Kemudian acara terakhir pada malam hari kesembilan ialah Negat Banukung yaitu upacara yang bertujuan agar roh yang mati agar ke Gunung Lumut dan tidak mengganggu orang yang masih hidup di dunia.
Hari ke sepuluh adalah hari kematian pemakaman. Untuk melaksanakan pemakaman ini banyak caranya antara lain Lungun dimasukkan Rinaq, Garai atau Selokng.
Setelah upacara pemakaman selesai, maka diadakan upacara Buku Barata yang bertujuan untuk ngodkng merakngnan manas layak nan lihakng yang artinya menghilangkan segala pengaruh buruk agar jangan menimpa keluarga.
Kontributor: Maliana
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
Terkini
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan
-
Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda
-
PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas
-
Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya
-
Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan