SuaraKaltim.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan apresiasi terhadap komitmen dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kalimantan tentang kerja sama optimalisasi penguatan rantai pasok pangan di regional Kalimantan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim Sri Wahyuni belum lama ini. Dia menyebut, penandatanganan merupakan wujud nyata komitmen daerah.
"Penandatanganan komitmen bersama TPID se-Kalimantan merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah se-Tanah Borneo dalam menjaga dan meningkatkan kekuatan rantai pasok pangan sebagai upaya pengendalian inflasi di Kalimantan,” katanya, melansir dari ANTARA, Jumat (29/03/2024).
Untuk diketahui TPID se-Kalimantan telah melakukan penandatangan kerja sama optimalisasi penguatan rantai pasok pangan dalam pelaksanaan kick off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2024.
Penandatangan kerja sama dilakukan langsung Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Sekda Provinsi Kalimantan Selatan Roy Rizal Anwar, Pj Sekda Provinsi Kalimantan Utara, Sekda Provinsi Kalimantan Barat dan Sekda Provinsi Kalimantan Tengah.
Sekda Sri Wahyuni menjelaskan komitmen bersama TPID se-Kalimantan meliputi optimalisasi peran badan usaha milik daerah (BUMD) sebagai penyangga pangan daerah dan bagian dari pendukung rantai pasokan pangan.
Memperkuat koordinasi dan sinergi lintas daerah antara pemerintah provinsi se-Kalimantan dengan meningkatkan komunikasi dan koordinasi untuk penguatan rantai pasok pangan.
"Tujuan komitmen bersama untuk mendorong pembangunan infrastruktur logistik yang memadai di seluruh wilayah Kalimantan.Termasuk jaringan transportasi, gudang dan fasilitas pendukung lainnya,” jelasnya.
Selain itu, memberdayakan UMKM dan produsen lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, dan akses pasar sebagai bagian dari rantai pasok pangan.
Baca Juga: Rangkaian Upacara Adat Mamat, Dari Persembahan Darah Babi Hingga Tarian Roh
Penandatanganan komitmen bersama, sambung Sri, membuktikan dalam mengatasi inflasi harus dilakukan sinergi dan kolaborasi.
“Betapa pentingnya kerjasama antar daerah itu,” tegasnya.
Karena setiap daerah menurut Sri, ada kebutuhan pasokan, maka kerjasama daerah akan menambah jaminan kepastian ketersediaan pasokan pangan.
Di sisi lain, pemerintah daerah terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas.
“Karena kebutuhan kita belum dapat memenuhi kuantitas, perlu kerja sama antardaerah untuk mencukupi kebutuhan pangan kita,” paparnya.
Selain menandatangani komitmen bersama, Sri menyaksikan penandatanganan komitmen bersama TPID Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Berau tentang pembentukan dan perluasan toko penyeimbang inflasi di pasar perhitungan inflasi IHK.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap
-
Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan
-
Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud
-
Remaja 13 Tahun asal Samboja Jadi Korban ke-57 Tewas di Lubang Tambang
-
Daftar 3 Prajurit TNI Gugur, Korban Helikopter Jatuh saat Padamkan Karhutla