SuaraKaltim.id - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik mengevaluasi program Beasiswa Kaltim Tuntas. Dirinya meminta Badan Pengelola untuk lebih selektif dan tepat sasaran dalam penyaluran beasiswa kepada penerima khusus.
Untuk diketahui, penerima Beasiswa Kaltim Tuntas kategori khusus di antaranya adalah mahasiswa dengan kondisi ekonomi kurang mampu, berkebutuhan khusus (disabilitas), anak-cucu veteran, penghafal Al-Qur'an (hafidz/hafidzah), berasal dari daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T), serta mahasiswa yang menjadi korban KDRT.
Akmal Malik menjelaskan, evaluasi tersebut bertujuan untuk memperbaiki sistem pendidikan di Kaltim secara menyeluruh, termasuk pelaksanaan program beasiswa Kaltim Tuntas.
"Sebelumnya memang ada aduan dari masyarakat, berkaitan dengan masalah-masalah beasiswa. Namun, rapat ini juga membahas soal capaian-capaian pendidikan di Kaltim, agar kedepannya bisa lebih baik lagi," ungkapnya, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Senin (06/05/2024).
Lebih lanjut, Akmal Malik juga menginginkan laporan secara dari Badan Pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT), berkaitan dengan penerima beasiswa di Kaltim.
"Kami ingin pengelola menyampaikan secara detail, berapa penerima beasiswa kurang mampu, berkebutuhan khusus, penghafal Al-Qur'an, yang telah diakomodir," tuturnya.
Selain itu, ia juga meminta untuk dibuatkan tim khusus soal pembangunan pendidikan Kalimantan Timur, tujuannya untuk mengawasi serta mengontrol bagaimana perkembangan pendidikan di Bumi Etam.
"DPRD nanti ada dua orang, provinsi dua orang, pengelola beasiswa satu orang, dewan pendidikan satu orang, serta akademisi satu orang, totalnya ada tujuh. Nah mereka tim yang menindaklanjuti pembahasan hari ini nantinya," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Akhmed Reza Pahlevi juga memberikan masukan kepada Badan Pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT), khususnya berkaitan dengan masalah-masalah dan aduan masyarakat.
Baca Juga: Cumi Asin Formalin Beredar di Samarinda, Disperindagkop dan UKM Kaltim Lakukan Penertiban
"Tadi disampaikan ada temuan, soal penerima beasiswa dengan rekening ganda. Artinya dia dapat beasiswa dari provinsi, dan kab/kota juga. Ini yang harus diselesaikan oleh pengelola," sebutnya.
"Masalah lainnya seperti dana yang belum tersalurkan, serta pelajar yang tidak ber-KTP Kaltim namun mendapat dana beasiswa juga," tambahnya.
Ia juga berharapa, anggaran Beasiswa Kaltim Tuntas bisa meningkat agar seluruh pelajar di Kalimantan Timur khususnya yang layak menerima bantuan, bisa tersalurkan dengan baik nantinya.
"Masukan kepada pengelola beasiswa, agar bisa lebih dipertajam lagi, khususnya kategori khusus karena mereka yang layak mendapatkan dana beasiswa," terangnya.
Berita Terkait
-
Otorita IKN Gencarkan Kerja Sama dengan Kementerian PUPR dan Kemendikbudristek untuk Peningkatan Pendidikan Berkualitas
-
5 Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Ayah Cabuli Anak Kandung Umur 4 Tahun di Kaltim Belum Ada Kejelasan
-
129 Calon Haji Lansia Kaltim Siap Berangkat, Kemenag Pastikan Pelayanan Inklusif dan Aman
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
CEK FAKTA: Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Mulai 5-28 Februari, Benarkah?
-
BRI Debit FC Barcelona Edisi Terbatas Resmi Diperkenalkan ke Publik Tanah Air
-
Jadwal Belajar dan Libur Sekolah Selama Ramadhan 2026 di Kaltim
-
Transfer APBN ke Kaltim Tembus Rp40,2 Triliun, untuk Apa Saja?
-
Sejalan Arahan Prabowo Subianto, BRI Perkuat Pembiayaan Rakyat Lewat Penurunan Bunga Mekaar