Hingga saat ini, sudah ada tiga kandidat yang mengambil formulir, yaitu Rudi Mas'ud, Isran Noor, dan Mahyudin. Tim dari Irianto Amri menjadi kandidat keempat yang mengambil formulir.
"Kami akan bersikap sama terhadap semua kandidat. Tugas kami adalah menjaring dan mengumpulkan data administrasi, kemudian menyerahkannya kepada pimpinan wilayah untuk proses selanjutnya," tambah Alek.
Ia menyampaikan, proses seleksi melibatkan musyawarah pimpinan harian wilayah, yang kemudian akan memberikan rekomendasi kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP. DPP memiliki kewenangan untuk memberikan dukungan resmi kepada kandidat yang akan maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim.
"Masih ada waktu bagi para kandidat untuk bersaing, meskipun persaingan sudah semakin ketat. Kami membutuhkan kejelian dalam memilih kandidat yang terbaik," bebernya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas