SuaraKaltim.id - Sektor transportasi di IKN Nusantara akan dimaksimalkan untuk mendukung tujuan ibu kota baru ini menjadi kota cerdas atau smart city.
Pembangunan sistem moda transportasi di IKN Nusantara dibuat secara ramah lingkungan dan tetap modern mengikuti perkembangan zaman di masa sekarang dan masa depan.
Salah satu transportasi yang menjadi sorotan di IKN Nusantara adalah transportasi udara yakni taksi terbang.
Bagaimana gambaran dari taksi terbang sendiri? adapun awal mula penamaan dari taksi terbang ini muncul untuk mendefinisikan jenis kendaraan baru seperti drone listrik yang bisa melayang di udara.
Alhasil, nama kendaraan yang bisa melayang di udara itu dinamai dengan taksi terbang karena bisa sembari mengangkut penumpang.
Kendaraan taksi terbang atau air taxi ini masuk ke dalam istilah Advanced Air Mobility (AAM) atau bisa juga disebut pesawat electric Vertical Takeoff and Landing (eVTOL).
Kendaraan yang dijuluki taksi terbang oleh masyarakat ini mirip pesawat Nirawak atau drone yang 100% bertenaga listrik, sehingga ramah lingkungan.
Sebelum masuk ke IKN Nusantara, taksi terbang ini sudah ada di beberapa negara, seperti Jepang, Korea, Amerika Serikat, Dubai, Qatar, Kanada, dan Tiongkok.
Rupanya, penggunaan taksi terbang ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat menyebrang ke luar pulau Kalimantan atau daerah yang sulit dijangkau lewat jalur darat.
Baca Juga: Beri Ucapan Terima Kasih Khusus untuk PPU dan Kukar, Bambang Susantono Ngaku Sebagai Warga Sepaku
Artinya, kendaraan taksi terbang ini sudah mendukung visi pembangunan IKN Nusantara yang ingin menjadi kota cerdas atau smart city.
Lantas apakah taksi terbang ini sudah mulai mendarat di Indonesia? rupanya kendaraan taksi terbang ini sudah mendarat di Balikpapan, Kalimantan Timur sejak Kamis (09/05/2024) lalu.
Kendaraan futuristik ini merupakan hasil kolaborasi Korea Aerospace Research Institute (KARI) dan Hyundai Motors Company (HMC), tergolong Optionally Piloted Personal/Passenger Air Vehicle (OPPAV).
Bakal Diuji Coba Bulan Depan
Kehadiran taksi terbang di IKN menandakan langkah maju dalam mewujudkan kota masa depan yang cerdas dan terintegrasi.
Penerbangan perdana ini akan berlangsung selama sebulan penuh di Bandara APT Pranoto Samarinda, melalui serangkaian pengujian dan kajian kelayakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri