SuaraKaltim.id - Choliq Hidayah, pemuda 24 tahun asal Loktuan mencatatkan namanya sebagai pemuda pelopor yang menginspirasi tingkat nasional. Dari tangannya putra pasangan Rusnaini dan Muhammad Arsyad ini berhasil menciptakan baling-baling kapal dari bahan daur ulang.
Karyanya berhasil mengantarkan Kelurahan Gunung Telihan sebagai Juara 1 tingkat nasional dalam kategori Desa Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) pada medio 2023 lalu. Koordinator Program Peleburan Aluminium Bank Sampah Telihan Recycle ini menciptakan karyanya dengan peralatan sederhana.
Choliq menutaskan studinya di Institut Teknologi Kalimantan pada 2021 lalu. Di kampusnya, ia menggeluti pendidikan Teknik Material dan Metarulgi yang mempelajari pengolahan logam diubah menjadi barang bermanfaat bagi manusia.
Selepas kuliah, Choliq terlibat dalam aktivitas pengolahan sampah di Telihan Recyle, Jalan Asmarwarman, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat. Dengan bekal ilmu yang diperoleh, ia mencoba memanfaatkan aluminium bekas seperti minuman kaleng untuk dileburkan.
Pemuda yang besar di lingkungan pesisir ini mencoba memanfaatkan olahan alumnium menjadi baling-baling kapal. Ide ini terlintas karena pengalamannya sering bertandang ke Kampung atas air, Selambai, Loktuan.
“Langsung berpikir kesitu, berangkat dari pemikiran itu dan sebagai mitra perusahaan LNG Badak disuruh ngajuin presentasikan seperti apa programnya,” kata Choliq, disadur dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Senin (01/07/2024).
Upaya membangun teknologi ini tak mudah, di awal Choliq sempat kesulitan mendapat hasil yang kokoh. Almunium dari bekas minuman kaleng rupanya terlalu lunak, sehingga ia mencoba menambahkan limbah dari bengkel untuk dicampurkan.
Inovasinya itupun diuji di Kota Balikpapan dengan baling-baling komersial dan baling-baling dari Pulau Jawa. Baling-baling kapal punya dia tingkat kekerasannya lebih tinggi, dibanding kedua jenis baling-baling yang diuji bersamaan.
Di Jual ke Luar Kalimantan
Baca Juga: Sinergi Pusat-Daerah dan Riset Jadi Kunci Sukses Pariwisata Kaltim di Era IKN
Choliq dan kawan-kawannya telah memproduksi ribuan baling-baling kapal yang inovatif ini. Ide cemerlangnya tidak hanya memberikan solusi terhadap pengelolaan limbah aluminium, tetapi juga menawarkan produk yang memiliki kualitas dengan harga ekonomis untuk nelayan. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per baling-baling. Mereka juga menyediakan garansi untuk konsumen, seperti baling-baling patah bisa ditukar dengan produk baru, cukup membayar Rp 10 ribu saja.
Baling-baling kapal ciptaan Choliq tidak hanya dijual di beberapa kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, namun juga telah merambah pasar di luar pulau, seperti Pulau Bali dan Pulau Sulawesi.
“Kita memproduksi baling-baling sehari 100 kadang 200 lebih baling-baling,” katanya bangga.
Tak berhenti sampai disitu, meski ia sudah menjual ribuan produk baling-baling kapal hingga keluar daerah. Namun, peleburan ketiga jenis aluminium itu tak selalu sempurna karena is meleburkan dari aluminium campuran. Kadang kala, ketika selesai menyetak dalam bentuk baling-baling kapal di bagian daun kapal ada lubang kecil seperti jari kelingking.
Katanya, pemicu daun baling-baling kapal kadang kala ada lubang kecil seperti jari kelingking. Karena peleburan kedua temperatur suhunya tinggi. Sehingga baling-baling kapal seperti itu, dan kembali dileburkan untuk menghasilkan daun kapal yang sempurna.
BIODATA SINGKAT:
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
Terkini
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan