Denada S Putri
Kamis, 08 Agustus 2024 | 12:15 WIB
Ilustrasi beli buku sekolah. [Ist]

SuaraKaltim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki dugaan praktik jual-beli buku di 30 sekolah di wilayahnya, berdasarkan laporan dari orang tua murid. Untuk diketahui, laporan tersebut disertai dengan bukti berupa tangkapan layar percakapan di grup aplikasi pesan instan sekolah.

Hal itu disampaikan Asisten I Pemkot Samarinda, Ridwan Tassa. Ia menyatakan, Pemkot Samarinda memegang komitmennya untuk menyelidiki laporan ini secara mendalam.

"Kami sedang menelusuri laporan ini dengan serius dan akan segera menyelesaikannya," ujar Ridwan, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Kamis (08/08/2024).

Lebih lanjut, Ridwan membeberkan, nantinya ada tim khusus yang melibatkan Inspektorat, Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk memeriksa sekolah yang dicurigai.

Melalui bukti-bukti yang diterima, tim akan mengunjungi sekolah-sekolah yang terkait untuk memverifikasi kebenaran laporan tersebut.

Asisten I Pemkot Samarinda, Ridwan Tassa. [kaltimtoday.co]

"Langkah ini diambil bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada pihak yang dirugikan dan semua proses sesuai dengan aturan yang berlaku," paparnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan para kepala sekolah untuk mendapatkan gambaran langsung dari lapangan dan memastikan transparansi dalam proses pengadaan buku penunjang. 

“Pertemuan ini diharapkan dapat memberikan pandangan yang lebih jelas mengenai situasi di setiap sekolah,” kata Ridwan.

Kendati demikian, Jumat mendatang pihaknya akan mengadakan rapat untuk membahas opsi-opsi terkait teknis pengadaan buku penunjang. 

Baca Juga: Bawaslu Samarinda Temukan Banyak 'Hantu Pemilih', KPU Diminta Bertindak Cepat

"Kami berkomitmen untuk menyiapkan buku penunjang yang dianggarkan pada 2025," tutur Ridwan.

Load More